TNI AD Ungkap Fakta di Balik Video Viral Mobil Dinas Bintang 2 yang Disebut Lawan Arus
Selasa, 05 Mei 2026 16:04 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah potongan video yang memperlihatkan mobil dinas TNI dengan simbol bintang dua tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kendaraan tersebut dinarasikan nekat melawan arus di tengah kepadatan jalanan, memicu beragam komentar dari netizen. Menanggapi hal tersebut, pihak TNI Angkatan Darat segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan duduk perkara yang sebenarnya.
Kondisi Terjepit di Tengah Kemacetan dan Hujan
Kadispen TNI AD, Brigjen Donny Pramono, menjelaskan bahwa peristiwa yang terekam dalam video viral tersebut terjadi saat kondisi cuaca sedang hujan deras dan volume kendaraan sangat padat. Menurutnya, mobil dinas tersebut sebenarnya tidak sedang sengaja melawan arus untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan terjebak dalam situasi lalu lintas yang rumit.
“Kendaraan dinas yang terekam itu berada dalam posisi terjepit di tengah kemacetan. Ruang geraknya sangat terbatas, baik untuk merangsek maju maupun untuk mundur kembali,” ujar Donny dalam keterangan resminya kepada publik.
Dugaan Provokasi dan Narasi yang Tidak Utuh
Lebih lanjut, Donny menyayangkan beredarnya potongan video yang dianggap tidak menggambarkan situasi secara menyeluruh. Ia menyebutkan bahwa saat itu ada upaya dari pengendara untuk menyesuaikan posisi kendaraan agar arus lalu lintas bisa kembali mengalir. Namun, sudut pengambilan gambar dan durasi video yang singkat justru membangun persepsi negatif di masyarakat seolah-olah mobil dinas tersebut adalah biang kerok kemacetan.
Donny juga mengungkapkan adanya indikasi provokasi dari pihak yang merekam kejadian tersebut. Meski mendapatkan tekanan secara verbal, personel TNI yang berada di lokasi disebut tetap mampu menahan diri dan tidak terpancing emosi. Fokus utama mereka saat itu adalah mencari solusi teknis agar kendaraan bisa kembali ke jalur yang benar dengan aman tanpa memperparah kondisi jalanan.
Komitmen Disiplin Prajurit TNI AD
Pihak Markas Besar TNI AD menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pelanggaran aturan di jalan raya oleh anggotanya. Hingga saat ini, proses pendalaman internal masih terus dilakukan untuk memastikan apakah terdapat prosedur operasional yang dilanggar. Donny menekankan bahwa setiap prajurit TNI AD memikul tanggung jawab untuk menjadi contoh tertib berlalu lintas di mata masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami selalu menekankan kepada seluruh jajaran untuk patuh pada hukum. Jika dalam pendalaman nanti ditemukan adanya pelanggaran nyata, tentu akan ditangani sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya tegas.
Kabarmalam.com juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam mencerna informasi di media sosial. Sangat disarankan untuk melihat sebuah peristiwa secara utuh sebelum menarik kesimpulan, terutama jika video yang beredar disertai dengan narasi-narasi yang bersifat provokatif.