Fakta di Balik Viral Prajurit TNI Rusak Warung di Kemayoran: Kadispenad Ungkap Kronologi Penusukan Sertu AW
Selasa, 05 Mei 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Jagat maya kembali dihebohkan dengan potongan video pendek yang memperlihatkan aksi anarki di sebuah warung kelontong di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Insiden yang melibatkan seorang oknum prajurit TNI tersebut memicu perbincangan hangat setelah rekaman kamera pengawas memperlihatkan detik-detik perusakan fasilitas warung di tengah ketegangan yang memuncak.
Dalam video yang beredar luas pada Selasa (5/5/2026) tersebut, tampak seorang pria mengenakan baju hitam dengan helm putih terlibat adu mulut yang sangat sengit dengan penjaga warung. Suasana yang semula hanya cekcok mulut berubah menjadi bentrokan fisik yang tak terhindarkan. Pria berbaju hitam itu terlihat menyerang wanita penjaga warung, yang kemudian memicu reaksi dari penjaga pria lainnya untuk memberikan perlawanan demi membela diri.
Aksi Perusakan Menggunakan Tabung Gas
Ketegangan tidak berhenti pada adu pukul semata. Amarah yang meledak membuat pria yang diduga sebagai oknum anggota tersebut melakukan aksi brutal. Ia nekat menghancurkan etalase kaca warung menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram. Tak cukup sampai di situ, lemari pendingin es krim yang berada di lokasi juga menjadi sasaran amuk hingga mengalami kerusakan parah.
Warga di sekitar lokasi kejadian yang menyaksikan keributan di Kemayoran tersebut segera berhamburan untuk melerai. Situasi baru mulai mereda setelah pria tersebut digiring menjauh dari area warung oleh massa dan beberapa pihak keamanan setempat.
Konfirmasi Pihak Kepolisian dan TNI AD
Menanggapi peristiwa yang mencoreng citra institusi tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memonitor kejadian tersebut. Namun, mengingat keterlibatan anggota militer, kasus ini kini sepenuhnya telah dilimpahkan kepada pihak yang berwenang.
“Iya, sudah kami monitor. Saat ini penanganannya sudah diambil alih oleh POM TNI,” ujar Roby secara singkat saat memberikan keterangan resmi kepada media.
Sisi Lain Kejadian: Prajurit TNI Mengalami Luka Tusuk
Di sisi lain, Kadispen TNI AD, Brigjen Donny Pramono, memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai latar belakang konflik tersebut. Menurutnya, video yang beredar di media sosial barulah sebagian kecil dari fakta yang terjadi di lapangan. Donny mengungkapkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman saat proses transaksi belanja.
Fakta mengejutkan terungkap bahwa dalam pertikaian tersebut, prajurit TNI berinisial Sertu AW justru menjadi korban luka serius. “Perlu kami luruskan, kejadian ini bermula dari selisih paham saat transaksi di warung. Dalam rangkaian peristiwa itu, Sertu AW justru mengalami luka akibat penusukan yang dilakukan oleh pemilik warung,” jelas Donny.
Saat ini, Sertu AW dikabarkan tengah menjalani perawatan intensif di RS Hermina Kemayoran akibat luka tusukan tersebut. Mengenai kerusakan warung yang terjadi, Donny menyebut hal itu sebagai dampak dari situasi yang sudah sangat memanas secara spontan di lokasi kejadian.
Imbauan untuk Masyarakat
Pihak TNI AD menegaskan bahwa mereka akan mendalami fakta-fakta secara utuh bersama Polres Jakarta Pusat. Brigjen Donny juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang tidak utuh, karena dapat menggiring opini yang keliru sebelum hasil penyelidikan resmi keluar.
“TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, kita juga harus melihat fakta penusukan yang dialami anggota kami sebagai bagian dari proses hukum ini,” pungkasnya. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sudah kembali kondusif di bawah pengawasan aparat gabungan.