Ikuti Kami
kabarmalam.com

Buntut Aksi Arogan di Jalan, Ibu Muda di Mojokerto Jadi Tersangka: Mengapa Regulasi Emosi Itu Krusial?

Wahid | kabarmalam.com
Rabu, 22 Apr 2026 18:09 WIB
Buntut Aksi Arogan di Jalan, Ibu Muda di Mojokerto Jadi Tersangka: Mengapa Regulasi Emosi Itu Krusial?

Kabarmalam.com — Penyesalan memang selalu datang belakangan, dan itulah yang kini tengah dirasakan oleh Inge Marita (28). Ibu muda yang mengendarai Daihatsu Ayla ini mendadak menjadi sorotan publik setelah aksi emosionalnya di Jalan Empunala, Kota Mojokerto, Jawa Timur, menjadi kasus viral di media sosial. Tak hanya memaki seorang pemotor perempuan, Inge bahkan terekam menoyor kepala seorang anak SD yang berada di lokasi kejadian.

Akibat ledakan amarah yang hanya berlangsung sesaat tersebut, Inge kini harus berhadapan dengan konsekuensi hukum yang serius. Pihak kepolisian telah menetapkan dirinya sebagai tersangka. Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik Polres Mojokerto Kota, Inge terancam hukuman penjara di bawah 5 tahun.

Jeratan Pasal dan Konsekuensi Hukum

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda Jinarwan, mengonfirmasi status hukum Inge setelah melalui serangkaian pemeriksaan intensif. “Hari ini penyidik melakukan gelar perkara. Terlapor (Inge) ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya kepada awak media pada Rabu (22/4/2026).

Baca Juga  Misteri di Balik Pintu Kontrakan BSD: Sosok Karyawan Necis yang Ternyata Pengidap Hoarding Disorder

Tindakan gegabah tersebut membuat Inge dijerat dengan pasal berlapis. Ia dikenakan Pasal 80 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta beberapa pasal dalam KUHP, yakni Pasal 448 Ayat (1), Pasal 433 Ayat (1), dan Pasal 471 Ayat (1). Penetapan ini menjadi peringatan keras bagi setiap pengendara untuk selalu menjaga etika dan kepala dingin di jalan raya.

Dalih Spontanitas dan Kekhawatiran Orang Tua

Dalam proses mediasi, Inge tampak tertunduk lesu dan mengakui semua perbuatannya. Ia berdalih bahwa tindakannya tersebut murni karena kekhilafan dan tersulut emosi sesaat. “Iya saya khilaf, spontan karena tersulut emosi. Posisi saya sama anak di dalam mobil. Jadi, saya juga mengkhawatirkan anak saya itu takut kenapa-napa,” ungkapnya berusaha membela diri.

Baca Juga  Viral Ramuan Lemon dan Minyak Zaitun Demi Kulit Glowing, Begini Penjelasan Medisnya

Inge juga menegaskan bahwa perilaku meledak-ledak tersebut bukan dipicu oleh trauma masa lalu. Ia mengaku tidak memiliki riwayat gangguan psikologis atau trauma tertentu yang memicu agresi tersebut. Hal ini semakin mempertegas bahwa kejadian tersebut murni merupakan kegagalan dalam mengelola emosi di situasi penuh tekanan.

Pentingnya Menjaga Kewarasan dan Regulasi Emosi

Belajar dari peristiwa ini, aspek kesehatan mental, khususnya regulasi emosi, menjadi topik yang sangat relevan untuk dibahas. Mengutip dari Medical News Today, ketika seseorang gagal mengendalikan kemarahan atau frustrasi, tubuh akan memberikan respons fisik dan mental yang destruktif.

Saat emosi memuncak, produksi hormon stres dalam tubuh akan melonjak drastis. Hal ini mengakibatkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, hingga laju pernapasan yang tidak teratur. Kondisi fisiologis ini seringkali membuat seseorang kehilangan kontrol diri dan bertindak impulsif tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya.

Baca Juga  Rahasia Medis Netanyahu Terungkap: Sempat Berjuang Melawan Tumor Ganas Usai Operasi Prostat

Mengenali Tanda Kurangnya Keterampilan Pengaturan Diri

Seseorang yang memiliki kendala dalam regulasi emosi biasanya menunjukkan beberapa gejala khas, di antaranya:

  • Bereaksi secara berlebihan terhadap situasi kecil yang seharusnya bisa diselesaikan dengan tenang.
  • Sering mengalami ledakan emosi yang meledak-ledak secara tiba-tiba.
  • Sulit keluar dari perasaan negatif atau emosi buruk.
  • Mengalami perubahan suasana hati (mood swing) yang sangat cepat dan ekstrem.

Kasus Inge Marita menjadi cermin bagi kita semua bahwa di balik kemudi, yang dibutuhkan bukan hanya kemahiran berkendara, tetapi juga kematangan emosional. Menjaga ketenangan di jalan raya bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga demi menjaga diri dari jeratan hukum yang bisa merusak masa depan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid