Ikuti Kami
kabarmalam.com

Benarkah Ekstra Keju Bikin Makanan Lebih Sehat? Simak Faktanya Agar Tak Jadi Bumerang Kesehatan

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 13 Jun 2026 17:34 WIB
Benarkah Ekstra Keju Bikin Makanan Lebih Sehat? Simak Faktanya Agar Tak Jadi Bumerang Kesehatan

Kabarmalam.com — Siapa yang bisa menolak sensasi gurih nan creamy dari lelehan keju di atas hidangan favorit? Mulai dari mi instan, burger, hingga kentang goreng, tambahan keju seolah menjadi primadona yang meningkatkan level kelezatan makanan. Namun, di balik kelezatannya yang menggoda, kebiasaan ‘dikit-dikit tambah keju’ ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata jika dilakukan tanpa perhitungan.

Sisi Lain Kelezatan: Kalori dan Lemak Jenuh yang Tersembunyi

Memang benar bahwa keju merupakan sumber protein dan kalsium yang baik bagi tubuh. Namun, masalah muncul ketika keju dijadikan pelengkap pada makanan yang sebenarnya sudah memiliki kadar kalori, lemak, dan natrium yang tinggi. Mengutip ulasan dari berbagai pakar nutrisi, ada beberapa alasan mengapa Anda harus mulai mengerem kebiasaan ini:

  • Kepadatan Energi yang Tinggi: Menambahkan keju berarti menambah asupan kalori secara signifikan. Merujuk pada penelitian Barbara J. Rolls dalam jurnal Nutrition Reviews, makanan dengan kepadatan energi tinggi cenderung memicu seseorang untuk mengonsumsi lebih banyak kalori sebelum merasa kenyang. Jika terus dilakukan, risiko obesitas pun mengintai.
  • Beban Lemak Jenuh dan Natrium: Banyak jenis keju di pasaran yang kaya akan lemak jenuh dan garam. Saat dipadukan dengan makanan cepat saji atau produk ultra-proses, asupan harian Anda bisa melampaui batas aman yang ditetapkan WHO, yakni lemak jenuh di bawah 10 persen dari total energi harian.
Baca Juga  Sering Menahan Kencing? Kenali Batas Kapasitas Kandung Kemih dan Risiko Fatal yang Mengintai

Konsumsi lemak jenuh dan natrium berlebih telah lama dikaitkan dengan peningkatan kolesterol jahat (LDL) dan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.

Seni Menikmati Keju dengan Bijak

Bukan berarti Anda harus menghapus keju sepenuhnya dari daftar menu. Kuncinya terletak pada moderasi dan pemilihan pasangan makanan yang tepat. Ahli gizi menyarankan agar keju dipadukan dengan sumber serat tinggi untuk menciptakan keseimbangan gizi seimbang.

Beberapa kombinasi cerdas yang bisa Anda coba di rumah antara lain:

  • Taburan keju secukupnya pada salad sayuran segar atau omelet sayur.
  • Roti gandum utuh dengan isian sayuran dan selapis tipis keju.
  • Paduan keju dengan buah-buahan seperti apel atau pir untuk camilan sore yang menyegarkan.
  • Di Indonesia, mengombinasikan keju dengan jagung rebus atau kentang kukus bisa menjadi alternatif yang lebih sehat daripada mi instan.
Baca Juga  Investasi Kesehatan Sejak Dini: 5 Kebiasaan di Usia 20-30 yang Ampuh Tangkis Risiko Mati Muda

Mengapa Serat Sangat Penting?

Berdasarkan publikasi The Lancet, asupan serat yang cukup sangat krusial untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga kanker kolorektal. Serat membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga Anda merasa kenyang lebih lama dan asupan makanan lebih terkontrol. Dengan menyandingkan keju dan serat, Anda mendapatkan manfaat protein sekaligus menjaga metabolisme tubuh tetap stabil.

Sebagai panduan praktis, porsi ideal keju adalah sekitar 30 gram atau setara dengan satu potong kecil keju cheddar. Ingatlah bahwa kesehatan jangka panjang tidak ditentukan oleh satu jenis makanan saja, melainkan oleh keseluruhan pola makan harian yang Anda terapkan. Jadi, sebelum menambah ekstra keju pada pesanan Anda berikutnya, pertimbangkanlah kembali demi investasi kesehatan di masa depan.

Baca Juga  Alarm Bahaya Ebola di Afrika: Ratusan Korban Berjatuhan, WHO Tetapkan Status Darurat Internasional
Tentang Penulis
Wahid
Wahid