Aktor ‘Sabretooth’ Tyler Mane Berjuang Lawan Kanker Payudara: Dari Rasa Malu Hingga Menjadi Suara Kesadaran Pria
Sabtu, 13 Jun 2026 05:34 WIB
Kabarmalam.com — Dunia hiburan dikejutkan oleh kabar emosional dari sosok yang lekat dengan citra tangguh di layar lebar. Tyler Mane, aktor bertubuh kekar yang dikenal luas lewat perannya sebagai karakter gahar Sabretooth dalam film X-Men (2000) dan Deadpool & Wolverine (2024), baru saja mengungkap perjuangan pribadinya melawan diagnosis yang jarang dikaitkan dengan kaum adam: kanker payudara.
Mantan pegulat profesional yang kini menginjak usia 59 tahun tersebut memilih untuk tidak lagi bersembunyi di balik bayang-bayang. Melalui sebuah unggahan video yang menyentuh di akun Instagram pribadinya, Mane membagikan momen saat ia harus memulai langkah berat dalam pengobatannya, yakni sesi kemoterapi pertama. Dengan nada bicara yang tenang namun dalam, ia menyampaikan realitas medis yang pahit.
“Saya punya kabar buruk: Saya mulai menjalani kemoterapi hari ini. Satu dari 750 pria akan didiagnosis menderita kanker payudara sepanjang hidup mereka, dan sayangnya, saya adalah salah satunya,” ungkap Tyler Mane dalam pesannya yang kini menjadi sorotan publik.
Melawan Stigma dan Rasa Malu
Pengakuan ini bukanlah hal mudah bagi Mane. Ia secara jujur mengungkapkan bahwa reaksi pertamanya setelah mendengar vonis dokter adalah keinginan untuk menutup rapat-rapat kondisi kesehatannya. Ada perasaan malu yang sempat menghinggapinya, mengingat penyakit ini secara sosiologis sering dianggap sebagai isu kesehatan wanita. Namun, pemikiran tersebut berubah setelah ia memahami betapa berbahayanya ketidaktahuan publik mengenai kesehatan pria.
Mane memutuskan untuk mematahkan stigma tersebut. Ia menyadari bahwa suaranya bisa menjadi alarm bagi pria lain yang mungkin mengalami gejala serupa namun enggan memeriksakan diri karena ego atau kurangnya informasi. Keputusannya untuk terbuka adalah langkah advokasi demi meningkatkan kesadaran kolektif.
Ketika Gejala Diabaikan Oleh Tenaga Medis
Salah satu poin krusial dalam cerita Mane adalah betapa sulitnya mendapatkan diagnosis yang tepat. Ia menyebutkan bahwa kanker payudara pada pria adalah kondisi yang sangat langka, karena hanya mencakup sekitar 1 persen dari seluruh kasus global. Kelangkaan inilah yang seringkali membuat gejala kanker pada pria terabaikan, baik oleh pasien itu sendiri maupun oleh dokter yang menanganinya.
Mane menceritakan pengalaman pahit di mana tim medisnya sempat mengabaikan benjolan yang muncul di tubuhnya. Beruntung, intuisi sang istri menjadi penyelamat hidupnya. Istri Mane terus mendesaknya untuk melakukan tindakan operasi pengangkatan benjolan tersebut lebih awal, meskipun diagnosis awal belum menunjukkan tanda bahaya.
“Saya baru menyadari bahwa pria justru lebih rentan terdiagnosis pada stadium lanjut karena penyakit ini jarang dibicarakan dan jarang diperiksa secara rutin. Faktanya, semua dokter saya sempat mengabaikannya. Hanya karena desakan istri saya untuk mengangkat benjolan itulah saya bisa menangani penyakit ini lebih dini,” tambah Mane dengan penuh syukur.
Data dan Harapan Kesembuhan
Berdasarkan data dari American Cancer Society, setiap tahunnya diperkirakan ada sekitar 2.670 pria yang terdiagnosis kanker payudara invasif. Angka ini memang jauh lebih kecil dibandingkan kasus pada wanita yang bisa mencapai ratusan ribu kasus baru per tahun. Namun, justru angka yang kecil ini yang membuat kewaspadaan terhadap risiko kanker pada pria menjadi rendah.
Data medis menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup pasien dalam jangka waktu lima tahun bisa mencapai angka yang sangat optimis, yakni 99 persen, jika sel kanker masih terlokalisasi dan belum menyebar ke jaringan lain. Bahaya laten muncul ketika deteksi terlambat dan kanker telah bermetastasis ke organ tubuh yang jauh, di mana tingkat kelangsungan hidupnya dapat menurun drastis hingga 33 persen.
Kisah Tyler Mane menjadi pengingat penting bagi kita semua bahwa penyakit tidak mengenal citra maskulinitas atau kekuatan fisik seseorang. Melalui keterbukaan ini, diharapkan semakin banyak pria yang lebih peduli terhadap perubahan kecil pada tubuh mereka dan tidak ragu untuk mencari bantuan medis secepat mungkin.