Ikuti Kami
kabarmalam.com

Klarifikasi Isu Label Sekunder AQUA: Visual Balita Ternyata Bagian dari Ilustrasi Keluarga Utuh

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 21 Apr 2026 12:04 WIB
Klarifikasi Isu Label Sekunder AQUA: Visual Balita Ternyata Bagian dari Ilustrasi Keluarga Utuh

Kabarmalam.com — Jagat maya belakangan ini diramaikan oleh perbincangan hangat terkait visual seorang balita yang terpampang pada kemasan produk air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA. Riuh rendah opini publik ini bermula dari potongan gambar yang beredar di media sosial, yang kemudian memicu beragam persepsi mengenai strategi pemasaran produk tersebut. Namun, jika ditelaah lebih dalam, terdapat konteks visual yang lebih luas yang mungkin terlewatkan oleh banyak pihak.

Meluruskan Mispersepsi Visual Balita

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, visual yang menjadi bahan perdebatan tersebut sebenarnya bukanlah label utama yang melekat pada botol AQUA secara individu. Gambar tersebut merupakan bagian dari label sekunder atau secondary label yang digunakan pada kemasan luar (outer pack). Label ini biasanya berfungsi sebagai sarana informasi tambahan untuk kebutuhan distribusi dan identifikasi saat produk dijual dalam format bundling.

Baca Juga  Mimpi Buruk di MV Hondius: Isak Tangis Penumpang Terjebak Wabah Hantavirus yang Mematikan

Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia, memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan polemik ini. Menurutnya, visual yang dipersoalkan tidak bisa dipisahkan dari keseluruhan desain label sekunder pada kemasan bundling enam botol AQUA ukuran 1.500 ml.

“Visual tersebut adalah elemen dari informasi tambahan di kemasan luar untuk distribusi produk bundling. Ini berbeda dengan label utama yang ada di setiap botol, yang memang memuat informasi wajib terkait produk,” ungkap Arif dalam keterangan tertulisnya.

Pentingnya Melihat Konteks Secara Utuh

Arif menekankan bahwa jika dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari satu sisi, label tersebut sebenarnya menampilkan ilustrasi sebuah keluarga yang lengkap. Dengan kata lain, visual balita tersebut bukanlah objek tunggal yang berdiri sendiri sebagaimana yang dicitrakan dalam beberapa potongan gambar yang viral. Adanya framing atau pemotongan visual inilah yang diduga memicu persepsi yang kurang tepat di mata masyarakat.

Baca Juga  Bangkok "Mendidih", Suhu Ekstrem Tembus 52 Derajat Celcius Paksa Warga Berdiam di Rumah

Selain itu, pihak produsen menegaskan bahwa tidak ada pesan atau klaim yang menyatakan bahwa produk AQUA tersebut diperuntukkan khusus bagi bayi atau balita. Sebagai produk pangan umum, seluruh regulasi dan pencantuman informasi pada kemasan telah mengikuti standar ketat yang ditetapkan oleh BPOM.

Tantangan Komunikasi di Era Digital

Menanggapi isu ini, sejumlah pengamat komunikasi menyoroti betapa krusialnya memahami konteks visual secara komprehensif. Di era distribusi informasi yang serba cepat, sering kali elemen visual dipotong (cropped) untuk memperkuat narasi tertentu, yang pada akhirnya dapat mengaburkan makna aslinya. Fenomena ini menjadi pengingat bagi publik untuk lebih teliti dalam menyerap informasi visual yang beredar luas.

Baca Juga  Temuan Mengejutkan! Kandungan Boraks Hantui Menu Makanan Bergizi Gratis Siswa di Anambas

Meskipun demikian, munculnya diskursus mengenai etika visual pada produk konsumsi tetap dipandang sebagai hal positif dalam rangka perlindungan konsumen. AQUA sendiri menyatakan telah meninjau kembali seluruh materi komunikasi dan kemasan mereka demi memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta komitmen terhadap perlindungan konsumen.

“Kami sangat menghargai setiap perhatian dan masukan yang diberikan oleh berbagai pihak. AQUA tetap berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi yang bertanggung jawab demi mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat selama ini,” pungkas Arif.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid