Ikuti Kami
kabarmalam.com

Diet Ekstrem Berujung Petaka: Kisah Tragis Wanita yang Pankreasnya ‘Terbakar’ Usai Binge Eating

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 13 Jun 2026 18:34 WIB
Diet Ekstrem Berujung Petaka: Kisah Tragis Wanita yang Pankreasnya 'Terbakar' Usai Binge Eating

Kabarmalam.com — Ambisi untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal sering kali membuat seseorang menempuh jalan pintas yang berbahaya. Kisah pilu datang dari seorang wanita muda berusia 25 tahun asal Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, yang harus berjuang di ruang gawat darurat akibat metode diet ekstrem yang diterapkannya secara sembrono.

Wanita yang dikenal dengan nama samaran Qingqing ini awalnya memiliki berat badan yang sebenarnya cukup proporsional, yakni 55 kilogram dengan tinggi badan 150 cm. Namun, tekanan untuk terlihat lebih kurus mendorongnya melakukan pola makan yang sangat menyiksa tubuh: kelaparan selama enam hari berturut-turut, lalu melampiaskannya dengan makan besar atau binge eating di hari ketujuh sebagai bentuk ‘hadiah’ atau cheat day.

Metode Diet yang Menyiksa Tubuh

Selama enam hari dalam seminggu, Qingqing membatasi asupan energinya secara drastis di bawah 800 kalori per hari. Ia benar-benar menjauhi karbohidrat dan hanya mengandalkan sayuran rebus, dada ayam, serta buah-buahan dengan kadar gula rendah. Secara kasatmata, cara ini memang membuahkan hasil instan; berat badannya merosot tajam sebanyak 7,5 kg hanya dalam waktu satu bulan.

Baca Juga  Fenomena Iron Lucky Fish: Solusi Inovatif Atasi Anemia atau Sekadar Tren Belaka?

Namun, penurunan berat badan yang cepat itu hanyalah awal dari mimpi buruk. Petaka dimulai saat tiba waktunya cheat day. Setelah menahan lapar yang luar biasa, Qingqing melakukan ‘aksi balas dendam’ dengan menyantap satu ember besar ayam goreng di siang hari, kemudian melanjutkannya dengan dua bungkus mi instan super pedas pada malam harinya.

Detik-Detik Kritis dan Diagnosis Medis

Tak lama setelah pesta makan tersebut, tubuh Qingqing memberikan sinyal peringatan yang mengerikan. Ia merasakan nyeri yang luar biasa tajam di area perut yang menjalar hingga ke pinggang dan punggung. Kondisi ini diperparah dengan muntah-muntah hebat yang tak kunjung berhenti. Ia segera dilarikan ke The First Affiliated Hospital of Zhejiang University School of Medicine.

Baca Juga  Kenapa Nonton Man City vs Arsenal Bikin Jantung Deg-degan? Ini Penjelasan Medis di Baliknya

Hasil diagnosis dokter menunjukkan bahwa Qingqing menderita Pankreatitis Akut, sebuah peradangan hebat pada kelenjar pankreas yang bisa berakibat fatal. Tim medis menyebutkan bahwa kasus seperti ini semakin sering ditemukan pada generasi muda yang terjebak dalam tren diet ketat yang dibarengi dengan pola makan balas dendam atau revenge eating.

Mengapa Pankreas Bisa ‘Hancur’?

Dokter menjelaskan mekanisme biologis di balik kondisi mengerikan ini. Ketika seseorang melakukan diet kelaparan dalam jangka panjang, organ pankreas secara otomatis masuk ke dalam ‘mode siaga beban rendah’ (low load standby). Dalam fase ini, produksi enzim pencernaan menurun drastis karena tubuh menganggap tidak ada beban kerja berat yang harus diolah.

Baca Juga  Ancaman di Balik Berat Badan: Mengapa Obesitas Kini Jadi Pemicu Utama Risiko Kanker?

Masalah besar muncul ketika tubuh tiba-tiba dibombardir dengan makanan tinggi lemak, minyak, dan kalori dalam jumlah besar saat cheat day. Pankreas yang sedang dalam mode istirahat dipaksa bekerja secara mendadak untuk memproduksi enzim pencernaan dalam jumlah masif.

“Akibatnya, enzim-enzim pencernaan ini meluap dan justru berbalik menyerang serta merusak organ pankreas itu sendiri. Ibarat sebuah mesin yang dipaksa berputar kencang secara tiba-tiba tanpa pemanasan, ia akan hancur dari dalam,” jelas salah satu tim dokter rumah sakit tersebut.

Kisah Qingqing menjadi pengingat keras bagi siapa saja bahwa kesehatan pencernaan jauh lebih berharga daripada angka di timbangan. Konsultasi dengan ahli gizi sangat disarankan sebelum memulai program penurunan berat badan agar terhindar dari risiko yang mengancam nyawa.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid