Ikuti Kami
kabarmalam.com

Rahasia di Balik Warna Keju: Benarkah Pigmen Menentukan Kualitas Nutrisinya?

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 13 Jun 2026 15:34 WIB
Rahasia di Balik Warna Keju: Benarkah Pigmen Menentukan Kualitas Nutrisinya?

Kabarmalam.com — Di lorong supermarket, deretan keju dengan berbagai gradasi warna sering kali mengundang mata. Mulai dari yang berwarna putih gading yang tampak murni, kuning keemasan yang menggoda, hingga oranye cerah yang mencolok. Fenomena visual ini kerap melahirkan anggapan di tengah masyarakat bahwa semakin pekat warna keju, maka semakin tinggi pula kualitas dan kandungan gizinya. Namun, apakah persepsi ini didukung oleh fakta ilmiah atau sekadar mitos belaka?

Asal-usul Warna: Bukan Sekadar Estetika

Sebenarnya, warna keju tidak bisa menjadi indikator tunggal untuk menilai kemewahan rasa atau kekayaan nutrisi di dalamnya. Berdasarkan penelusuran tim redaksi terhadap berbagai studi literatur, faktor utama yang menentukan warna alami keju adalah sumber bahan bakunya, yakni susu sapi. Sapi yang mengonsumsi pakan hijauan segar seperti rumput akan menghasilkan susu dengan kandungan beta-karoten yang tinggi. Beta-karoten merupakan pigmen alami yang juga ditemukan dalam wortel.

Baca Juga  Sering Dianggap Sehat, Ternyata Ini 5 Minuman yang Diam-Diam Merusak Jantung

Ketika susu tersebut diolah menjadi keju, pigmen ini terkonsentrasi dan menciptakan semburat kuning yang khas. Menariknya, intensitas warna ini bisa berubah mengikuti musim. Saat musim semi dan panas di mana sapi bebas merumput, olahan susu yang dihasilkan cenderung lebih kuning dibandingkan saat musim dingin ketika sapi lebih banyak mengonsumsi biji-bijian atau jerami yang rendah beta-karoten.

Sentuhan Manusia dan Konsistensi Visual

Lalu, bagaimana dengan keju yang berwarna oranye pekat seperti Cheddar yang populer di pasar? Di sinilah peran tradisi dan teknologi pangan bermain. Untuk menjaga konsistensi visual sepanjang tahun, banyak produsen menambahkan zat pewarna alami bernama annatto. Zat ini diekstrak dari biji tanaman Bixa orellana dan telah digunakan selama berabad-abad.

Baca Juga  Dilema Probiotik Manis: Strategi Menjaga Kesehatan Usus Tanpa Risiko Gula Berlebih

Penggunaan annatto awalnya bertujuan untuk memberikan kesan bahwa keju tersebut berasal dari susu sapi berkualitas tinggi yang kaya lemak. Namun kini, hal tersebut lebih kepada standardisasi industri. Penelitian yang dimuat dalam Journal of Dairy Science menegaskan bahwa perbedaan warna ini lebih berkaitan dengan preferensi visual konsumen daripada nilai kesehatan yang substansial. Jadi, keju putih pucat dari susu kambing atau domba—yang secara alami memang kekurangan beta-karoten—bisa jadi memiliki kandungan protein yang setara atau bahkan lebih tinggi dari keju sapi yang berwarna kuning.

Panduan Memilih Keju yang Tepat untuk Kesehatan

Alih-alih terpaku pada indahnya warna, para ahli gizi menyarankan konsumen untuk lebih teliti dalam membaca label informasi nilai gizi di balik kemasan. Ada empat komponen utama yang harus diperhatikan untuk menjaga pola makan sehat Anda:

  • Protein: Nutrisi penting untuk pembentukan jaringan tubuh dan memberikan efek kenyang lebih lama.
  • Kalsium: Elemen krusial bagi mereka yang peduli pada kesehatan tulang dan gigi.
  • Lemak Jenuh: Sangat penting untuk memonitor asupan ini guna menjaga kadar kolesterol LDL tetap dalam batas aman.
  • Natrium (Garam): Waspadai kadar garam yang tinggi pada beberapa jenis keju, karena konsumsi berlebihan berisiko memicu tekanan darah tinggi.
Baca Juga  Bukan Lagi PCOS, Kini Berganti Menjadi PMOS: Mengapa Perubahan Nama Ini Sangat Penting bagi Pasien?

Pada akhirnya, keju adalah sumber nutrisi yang luar biasa jika dikonsumsi dengan bijak. Warna hanyalah ‘pakaian’ luar yang dipengaruhi oleh pakan ternak, musim, dan proses produksi. Kualitas sejati sebuah keju tersimpan rapat dalam keseimbangan komposisi nutrisi yang tertera di label gizi. Jadi, jangan ragu untuk memilih keju favorit Anda, baik yang berwarna pucat maupun oranye, asalkan selaras dengan kebutuhan gizi harian Anda.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid