Siasat Keji Menantu di Riau: Hubungan Gelap dengan Eksekutor Jadi Kunci Pembunuhan Berencana
Minggu, 03 Mei 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Tabir gelap yang menyelimuti kasus kematian tragis seorang lansia bernama Dumaris Boru Sitio (60) di Pekanbaru akhirnya tersingkap. Kepolisian Daerah (Polda) Riau berhasil membongkar jalinan asmara terlarang di balik aksi pembunuhan berencana yang melibatkan menantu korban sendiri, Anisa Florensa (AF), dengan seorang pria yang menjadi eksekutor utama.
Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai relasi antara AF dan eksekutor berinisial SL (Slamet). Meski AF masih berstatus istri sah dari anak korban yang bernama Arnol, ia ternyata diam-diam telah melangsungkan pernikahan siri dengan SL. Hubungan gelap inilah yang diduga menjadi motor penggerak aksi nekat mereka untuk menghabisi nyawa sang mertua.
Kronologi Pengkhianatan dan Pelarian
Rekam jejak AF menunjukkan pola perilaku yang manipulatif. Menikah dengan Arnol pada tahun 2022, AF memutuskan meninggalkan rumah setahun kemudian dengan dalih bekerja sebagai kasir spa di Kota Medan, Sumatera Utara. Namun, selama masa pelariannya itu, ia diketahui menjalin hubungan dengan SL hingga masuk ke jenjang pernikahan siri.
Ironisnya, meski sudah memiliki pria lain, AF masih terus berkomunikasi dan meminta nafkah dari suaminya yang sah. “Berdasarkan keterangan anak korban, pelaku AF masih kerap meminta uang dan menjaga komunikasi dengan Arnol. Ini menunjukkan adanya motif ekonomi sekaligus manipulasi yang kuat,” terang Kombes Pol Hasyim dalam keterangannya di Polda Riau, Minggu (3/5/2026).
Detik-Detik Aksi Brutal Terekam CCTV
Rencana perampokan dan pembunuhan ini disusun dengan matang saat AF kembali dari Medan ke Pekanbaru. Tidak bergerak sendiri, AF dan SL turut mengajak dua rekan lainnya berinisial L dan E. Tragedi berdarah tersebut pecah pada Rabu (29/4) siang di rumah korban yang berlokasi di Kecamatan Rumbai.
Melalui rekaman CCTV yang menjadi bukti kunci kepolisian, terlihat jelas betapa dinginnya skenario yang dijalankan para pelaku. Sebuah mobil hitam tampak berhenti di depan rumah korban. AF, yang mengenakan kaus hitam, turun dan masuk ke halaman rumah dengan tenang, diikuti oleh seorang wanita berjaket hoodie biru.
Situasi sempat terlihat normal saat Dumaris keluar menyambut mereka. AF bahkan sempat menyalami sang mertua, sebuah gestur penghormatan yang ternyata hanyalah topeng belaka. Tak lama berselang, SL muncul dari arah belakang sambil membawa sebilah kayu balok. Tanpa peringatan, ia menghantamkan kayu tersebut ke kepala korban hingga lansia tersebut terkulai tak berdaya di lantai dalam kondisi bersimbah darah.
Pengejaran Pelaku Lainnya
Kematian Dumaris pertama kali diketahui oleh suaminya, Salmon Mena, yang terkejut menemukan istrinya sudah tidak bernyawa di dalam rumah. Saat ini, kepolisian terus mendalami peran masing-masing tersangka dalam kasus kriminalitas yang menggemparkan warga Riau tersebut.
Keempat pelaku kini terancam hukuman berat atas perbuatannya yang terencana. Pihak berwenang memastikan akan menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya, mengingat tingginya tingkat kekejian yang dilakukan oleh orang-orang terdekat korban sendiri.