Waspada Gendam! Lansia di Buleleng Merugi Rp 380 Juta Usai Terjerat Modus Hipnotis
Sabtu, 02 Mei 2026 05:36 WIB
Kabarmalam.com — Nasib malang menimpa seorang wanita lanjut usia berinisial NIH (70) di Singaraja, Buleleng. Tanpa disadari, tabungan masa tua dan perhiasan berharganya raib dalam sekejap akibat dugaan aksi kasus hipnotis yang dilancarkan oleh orang tak dikenal. Total kerugian yang dialami korban pun cukup fantastis, yakni ditaksir mencapai angka Rp 380 juta.
Kronologi Kejadian: Dari Toko Optik hingga ke Rumah
Aksi kriminal yang terencana rapi ini bermula pada Senin (27/4) lalu. Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku yang diduga seorang perempuan tidak dikenal mulai melancarkan aksinya saat bertemu korban di sebuah toko optik di kawasan Singaraja. Dengan kelihaian komunikasinya, pelaku berhasil memengaruhi pikiran NIH hingga korban menuruti segala instruksinya tanpa rasa curiga sedikit pun.
Dugaan kuat mengarah pada modus gendam atau hipnotis, mengingat korban merasa seperti di bawah pengaruh yang membuatnya tidak sadar akan tindakan yang dilakukannya. “Korban merasa tidak melakukan apa-apa sehingga dugaan sementara memang mengarah pada modus hipnotis,” ungkap Kanit I Pidum Satreskrim Polres Buleleng, Iptu Ketut Yulio Saputra.
Terekam CCTV Saat Penarikan Uang di Bank
Setelah pertemuan di toko optik, pelaku menggiring NIH menuju salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Rekaman CCTV bank menunjukkan pemandangan yang mencurigakan; NIH tampak melakukan penarikan uang tunai di meja teller, sementara seorang perempuan bermasker berdiri tak jauh di belakangnya, mengawasi setiap gerak-gerik sang nenek dengan saksama.
Tak berhenti di situ, rentetan peristiwa berlanjut hingga ke kediaman korban. Akibatnya, uang tunai sebesar Rp 80 juta dan emas murni seberat 100 gram milik NIH berpindah tangan. Polisi meyakini bahwa pelaku tidak bekerja sendirian, melainkan ada indikasi keterlibatan komplotan yang telah berbagi peran dalam kriminalitas di Bali utara ini.
Penyelidikan Intensif oleh Pihak Kepolisian
Hingga saat ini, tim penyidik terus mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan untuk mengungkap identitas para pelaku. Sejumlah saksi, mulai dari pihak keluarga korban, pihak bank, hingga karyawan toko optik tempat awal mula pertemuan terjadi, telah dimintai keterangan secara mendalam oleh kepolisian.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk senantiasa meningkatkan keamanan lansia di lingkungan sekitar. Kewaspadaan terhadap orang asing yang tiba-tiba bersikap sangat ramah atau menawarkan bantuan di tempat umum menjadi kunci utama untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.