Duka Mendalam di Pandeglang, Korban Tewas Insiden Mobil Kepala Dinas Kini Menjadi Dua Orang
Sabtu, 02 Mei 2026 01:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar duka kembali menyelimuti warga Pandeglang setelah insiden tragis yang melibatkan kendaraan milik Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang. Korban meninggal dunia dalam peristiwa maut tersebut kini dilaporkan bertambah menjadi dua orang, menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Korban jiwa kedua diidentifikasi sebagai Dewi Handayani, seorang pedagang yang sehari-harinya menjajakan kudapan takoyaki di lingkungan SDN Sukaratu 5. Kabar berpulangnya Dewi dikonfirmasi langsung oleh pihak sekolah. Berdasarkan keterangan Rika, salah satu guru di sekolah tersebut, Dewi menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB setelah sempat berjuang melewati masa kritis di rumah sakit.
Dewi Handayani bukanlah sekadar pedagang biasa bagi warga sekolah. Ia dikenal sebagai sosok tangguh yang bekerja keras demi menopang ekonomi keluarga. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, terutama bagi kedua buah hatinya yang kini harus kehilangan sosok ibu. Peristiwa ini menambah daftar panjang tragedi setelah sebelumnya seorang siswa juga dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di depan gerbang sekolah tersebut.
Kronologi Insiden Maut di Depan SDN Sukaratu 5
Tragedi ini bermula ketika satu unit mobil Toyota Innova hitam dengan nomor polisi A-1633-BF yang dikemudikan oleh Ahmad Mursidi, Kepala DPMPTSP Pandeglang, melintas dari arah Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung. Namun, situasi mendadak berubah mencekam saat kendaraan tersebut mendadak oleng ke arah kanan.
Tanpa sempat terhindarkan, kendaraan besar itu langsung menghantam kerumunan orang yang tengah berada di depan SDN Sukaratu 5. Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, membenarkan kejadian kecelakaan maut tersebut. Menurutnya, mayoritas korban merupakan siswa yang sedang beraktivitas di area tersebut, namun terdapat pula warga sipil seperti pedagang dan sales yang turut menjadi korban.
Sembilan Orang Menjadi Korban
Pihak kepolisian mencatat total terdapat sembilan orang yang menjadi korban dalam peristiwa ini. Dari sembilan orang tersebut, dua di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia, sementara sisanya masih menjalani perawatan akibat luka-luka yang diderita. Kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kendaraan tersebut bisa kehilangan kendali hingga memicu tragedi Pandeglang yang memilukan ini.
Pemeriksaan terhadap Ahmad Mursidi selaku pengemudi terus dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta di lapangan. Masyarakat berharap adanya transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini, mengingat jatuhnya korban jiwa dari kalangan rakyat kecil dan pelajar. Informasi mengenai perkembangan kasus ini dapat terus dipantau melalui pembaruan berita berita kriminal dan lalu lintas di wilayah Banten.