Tragedi di Sungai Cibanten: Bocah 11 Tahun Tewas Usai Tersedot Pipa Irigasi di Ciomas
Rabu, 22 Apr 2026 19:37 WIB
Kabarmalam.com — Keceriaan sekelompok anak yang sedang menghabiskan waktu sore di tepian sungai seketika berubah menjadi jerit histeris dan duka mendalam. Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun bernama Muhammad Irfan mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami insiden tragis di aliran Sungai Cibanten, wilayah Kampung Masigit, Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa (21/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Kala itu, Irfan bersama sekitar sepuluh orang temannya tengah asyik bermain di atas struktur pipa irigasi yang melintasi aliran sungai tersebut. Namun, maut menjemput saat korban diduga terpeleset dari atas pipa besar itu.
Kronologi Kejadian: Terperangkap di Kedalaman Air
Kapolsek Ciomas, Iptu Ridwan Junaedi, mengungkapkan bahwa posisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Berdasarkan penuturan para saksi mata di lokasi, derasnya tarikan air membuat tubuh bocah malang tersebut tersedot masuk ke dalam pipa irigasi.
“Korban diduga terpeleset lalu tersedot ke dalam pipa hingga setengah bagian tubuhnya masuk. Posisinya saat itu kaki terjepit di dalam, sementara bagian kepala berada di bawah permukaan air,” jelas Ridwan dalam keterangan resminya kepada awak media, Rabu (22/4).
Melihat rekannya dalam bahaya besar, anak-anak lain segera berlari meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung berhamburan menuju lokasi untuk melakukan aksi penyelamatan. Setelah melalui upaya keras, warga berhasil mengeluarkan tubuh Irfan dari cengkeraman pipa dan segera membawanya ke Puskesmas Ciomas sekitar pukul 15.30 WIB.
Lantaran kondisi korban yang kian kritis, pihak Puskesmas merujuknya ke RSUD Banten guna penanganan lebih lanjut. Namun sayang, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan bahwa Irfan telah meninggal dunia.
Keluarga Ikhlas dan Himbauan Penting Kepolisian
Jenazah Muhammad Irfan kini telah disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Kampung Balekambang, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas. Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima insiden ini sebagai sebuah musibah murni dan secara resmi menolak untuk dilakukan autopsi maupun tindakan hukum lainnya.
Jajaran Polsek Ciomas sendiri telah bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menggali informasi dari sejumlah saksi. Dalam kesempatan tersebut, Ridwan juga menitipkan pesan mendalam bagi para orang tua di wilayah Kabupaten Serang.
“Kami sangat berharap para orang tua dapat lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama saat bermain di dekat aliran sungai atau fasilitas irigasi yang memiliki risiko tinggi. Langkah pencegahan sangat penting agar tragedi seperti ini tidak kembali terulang di masa depan,” pungkasnya.