Bidik Disiplin dan Karakter, Bamsoet Siapkan Gelaran Akbar Asah Keterampilan PERIKHSA 2026 di Yogyakarta
Selasa, 14 Apr 2026 15:04 WIB
Kabarmalam.com — Yogyakarta akan kembali menjadi saksi bisu adu ketangkasan dan disiplin dalam ajang bergengsi Asah Keterampilan PERIKHSA 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA), Bambang Soesatyo, yang menegaskan komitmen organisasi dalam membina profesionalisme anggotanya.
Ketua MPR RI ke-15 tersebut mengungkapkan bahwa kompetisi tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 19 Juli 2026 di Kota Pelajar. Ajang ini diproyeksikan menarik minat peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anggota internal PERIKHSA, aparat penegak hukum, perwakilan instansi pemerintah, hingga masyarakat umum yang memiliki atensi terhadap keterampilan menembak dan bela diri.
Lebih dari Sekadar Kompetisi Menembak
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menekankan bahwa hajatan besar tersebut bukan sekadar arena untuk memperebutkan trofi. Menurutnya, ada esensi yang lebih dalam yang ingin dicapai melalui kegiatan ini.
“Ajang Asah Keterampilan PERIKHSA 2026 kami siapkan sebagai ruang pembinaan sekaligus kompetisi yang sehat. Ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari upaya membangun budaya disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam penggunaan senjata api bela diri,” papar Bamsoet dalam keterangan resminya, Selasa (14/4/2026).
Pernyataan tersebut ia sampaikan usai melakukan pertemuan strategis dengan Ketua PERIKHSA Daerah Istimewa Yogyakarta, Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat, beserta jajaran pengurus lainnya di Yogyakarta. Pertemuan ini mempertegas kesiapan daerah dalam menyambut tamu-tamu dari seluruh penjuru tanah air.
Variasi Kategori dan Inklusivitas Gender
Dalam edisi 2026 nanti, panitia telah menyiapkan berbagai kategori lomba yang menantang dan variatif untuk mengakomodasi berbagai jenis keahlian, di antaranya:
- IKHSA Peluru Karet
- IKHSA Peluru Tajam
- IKHSA Optic Pistol
- IKHSA Optic PCC
- IKHSA Revolver
Menariknya, Bamsoet juga menyoroti tren positif meningkatnya partisipasi perempuan dalam olahraga ini. Data menunjukkan adanya kenaikan minat peserta perempuan hingga lebih dari 20 persen dalam lima tahun terakhir. Hal ini pun direspons positif dengan pembukaan kategori khusus perempuan.
“Peningkatan jumlah peserta perempuan menjadi sinyal positif bahwa olahraga menembak semakin inklusif. Ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter melalui olahraga bisa menjangkau semua kalangan tanpa terkecuali,” tambah politisi senior Partai Golkar tersebut.
Relevansi dengan Semangat Bela Negara
Di tengah dinamika keamanan global yang kian tak menentu, Bamsoet menilai kemampuan menembak yang dibarengi dengan etika matang memiliki relevansi kuat dengan semangat bela negara. Tantangan modern seperti kejahatan transnasional menuntut individu yang tidak hanya tangkas secara teknis, tetapi juga stabil secara emosional.
Ia meyakini bahwa melalui olahraga ini, seseorang dilatih untuk memiliki fokus tinggi dan kemampuan mengendalikan diri di bawah tekanan. “Nilai-nilai ini sangat relevan untuk memperkuat karakter bangsa di tengah tantangan zaman,” pungkas tokoh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia tersebut.