Langkah Nyata Pemulihan Trauma, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Tim Psikolog untuk Korban Daycare Little Aresha
Senin, 27 Apr 2026 18:36 WIB
Kabarmalam.com — Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo. Sebagai langkah konkret dalam menangani dampak psikologis yang mendalam, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memastikan bahwa sebuah tim ahli akan segera dibentuk untuk mendampingi para korban dan keluarga mereka.
Keputusan ini diambil setelah Hasto melakukan audiensi langsung dengan para orang tua korban pada Minggu (26/4). Dalam pertemuan yang penuh haru tersebut, para orang tua mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai kondisi mental anak-anak mereka yang mulai menunjukkan gejala trauma pasca-kejadian. Mereka menuntut adanya perlindungan hukum serta pendampingan psikologis yang intensif agar tumbuh kembang anak-anak tidak terganggu lebih jauh.
Pendampingan Multidisiplin untuk Pemulihan Total
Hasto menegaskan bahwa tim yang dibentuk bukan sekadar formalitas. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta dinas terkait untuk melibatkan berbagai pakar lintas disiplin. Tim ini nantinya akan terdiri dari:
- Ahli psikologi anak untuk menangani trauma psikis.
- Pakar tumbuh kembang anak guna memastikan perkembangan fisik dan motorik tetap optimal.
- Ahli gizi untuk memantau asupan nutrisi para korban.
- Pakar pengasuhan yang akan memberikan edukasi kepada orang tua dalam menangani anak di masa pemulihan.
“Kami telah berdiskusi dengan KPAI dan segera menindaklanjutinya dengan rapat pembentukan tim. Fokus utama kami adalah memastikan anak-anak ini mendapatkan kembali rasa aman mereka,” ujar Hasto sebagaimana dilaporkan tim redaksi kami.
Empati bagi Orang Tua dan Pentingnya Kesehatan Mental
Dalam pertemuan tersebut, suasana emosional sangat terasa saat para orang tua menceritakan kronologi dan perlakuan yang diduga diterima buah hati mereka. Hasto pun tak kuasa menyembunyikan rasa sedihnya melihat kondisi para orang tua yang mengalami stres berat akibat kekerasan anak tersebut.
“Apa yang mereka ceritakan sungguh menyayat hati. Kita bisa membayangkan betapa tidak berdayanya anak-anak kecil yang belum memiliki posisi tawar dan belum bisa memprotes perlakuan buruk yang mereka terima. Kami tidak hanya mendampingi anaknya, tapi juga para orang tua yang kini tengah berjuang menghadapi tekanan mental,” lanjutnya.
Untuk mendukung upaya ini, Pemkot Yogyakarta telah menyiagakan sedikitnya 18 psikolog klinis yang tersebar di berbagai Puskesmas di seluruh wilayah Yogyakarta. Para ahli ini siap memberikan layanan konseling berkelanjutan bagi keluarga korban yang membutuhkan intervensi segera.
Evaluasi Izin Operasional Daycare
Kasus di Daycare Little Aresha ini menjadi alarm keras bagi pengawasan tempat penitipan anak di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, banyak lembaga serupa yang beroperasi tanpa izin resmi, yang tentunya membahayakan keselamatan dan hak-hak anak. Pemkot Yogyakarta mengimbau para orang tua untuk lebih selektif dalam memilih daycare dan memastikan legalitas serta standar pelayanan yang diterapkan oleh penyedia jasa pengasuhan.