BGN Tegaskan Isu Prabowo Ambil Untung dari Program Makan Bergizi Gratis Adalah Hoaks
Minggu, 14 Jun 2026 11:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah antusiasme masyarakat menyambut inisiatif pemerintah untuk memperbaiki gizi bangsa, sebuah narasi menyesatkan justru mencuat di jagat maya. Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara untuk meredam kegaduhan terkait isu yang menyebut adanya pembagian keuntungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto.
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, secara tegas membantah informasi yang viral tersebut. Menurutnya, klaim yang beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan singkat itu merupakan kabar bohong atau informasi hoaks yang tidak memiliki dasar validitas sedikit pun. Nanik memastikan bahwa baik dirinya maupun lembaga yang ia pimpin tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang dituduhkan.
Disinformasi yang Memicu Kegaduhan
Pihak BGN menilai bahwa penyebaran narasi tersebut merupakan bentuk disinformasi yang sengaja dirancang untuk menyesatkan publik. Dalam keterangan resminya, Nanik menekankan betapa berbahayanya pencatutan nama pejabat publik demi membangun opini yang bersifat provokatif.
“Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan,” ujar Nanik melalui pernyataan tertulisnya pada Sabtu (13/6/2026).
Fenomena ini, menurut Nanik, sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memancing reaksi emosional dari masyarakat. Oleh karena itu, ia mengimbau warga agar tidak mudah terjebak dalam arus berita bohong yang bisa merusak kepercayaan publik terhadap program nasional.
Imbauan untuk Verifikasi Sumber Resmi
Merespons maraknya konten yang tidak terverifikasi, BGN meminta masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilah informasi. Segala bentuk pengumuman resmi terkait kebijakan maupun pelaksanaan program hanya akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi milik lembaga.
Beberapa langkah yang disarankan BGN untuk memastikan kebenaran informasi antara lain:
- Mengecek siaran pers resmi di situs web pemerintah.
- Memantau akun media sosial BGN yang telah terverifikasi.
- Tidak langsung menyebarkan informasi yang asal-usulnya tidak jelas.
Nanik menambahkan bahwa ruang digital yang sehat hanya bisa tercipta jika setiap individu mengedepankan fakta di atas rumor. Melakukan pengecekan ulang atau cross-check menjadi krusial sebelum menekan tombol ‘bagikan’.
Fokus pada Kualitas Gizi Masyarakat
Terlepas dari gangguan isu miring tersebut, BGN memastikan bahwa fokus mereka tidak akan goyah. Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai rencana sebagai salah satu pilar utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Program ini dirancang untuk menyentuh langsung lapisan masyarakat yang paling membutuhkan, di antaranya:
- Anak-anak sekolah di berbagai tingkatan.
- Balita untuk mencegah stunting.
- Ibu hamil dan menyusui demi kesehatan generasi mendatang.
Nanik berharap masyarakat tetap memberikan dukungan positif terhadap program pemerintah ini dan tidak terpengaruh oleh upaya manipulatif yang mengandung unsur fitnah. BGN berkomitmen untuk terus menjalankan mandat demi pelayanan gizi terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia.