Ikuti Kami
kabarmalam.com

Gaungkan Keadilan untuk Gajah, Kapolda Riau Pimpin Festival Konservasi Pertama di Indonesia

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 12 Apr 2026 01:35 WIB
Gaungkan Keadilan untuk Gajah, Kapolda Riau Pimpin Festival Konservasi Pertama di Indonesia

Kabarmalam.com — Suasana syahdu di tepian Sungai Siak, tepatnya di kawasan bersejarah Rumah Singgah Tuan Kadi, Pekanbaru, berubah menjadi panggung penuh makna pada Sabtu (11/4/2026) malam. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, memimpin langsung perhelatan Festival Seni Konservasi Gajah, sebuah inisiatif monumental yang tercatat sebagai festival konservasi gajah pertama yang pernah digelar di tanah air.

Dalam balutan malam yang penuh semangat, sang Jenderal bintang dua ini menegaskan bahwa pelestarian alam di Bumi Lancang Kuning bukanlah sekadar seremonial belaka. Baginya, menjaga lingkungan adalah sebuah kewajiban moral kolektif untuk menyelamatkan ekosistem yang kini kian terhimpit oleh kepentingan sempit manusia. Irjen Herry mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat alam sebagai bagian yang tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan manusia itu sendiri.

Baca Juga  Wajah Baru Polsek Panipahan: Kapolres Rohil Pastikan 23 Personel Anyar Bersih Narkoba dan Humanis

“Hari ini adalah momentum luar biasa bagi kita semua. Kita hadir di sini untuk mempertegas komitmen terhadap alam, termasuk memberikan perlindungan nyata bagi gajah-gajah kita yang hingga kini masih terus diburu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Irjen Herry Heryawan di hadapan para hadirin.

Narasi yang dibangun dalam festival ini sangat menyentuh sisi kemanusiaan. Kapolda mengingatkan bahwa gajah adalah makhluk hidup yang telah lama kehilangan ‘suara’ karena habitat mereka terus dirampas. Festival ini hadir sebagai instrumen untuk menyuarakan keadilan bagi satwa yang kini berada di ambang kepunahan tersebut. Polda Riau berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah alam Riau.

Baca Juga  Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan Tegaskan Zero Tolerance: Tak Ada Ruang Kompromi Narkoba bagi Personel

Di samping langkah edukasi secara masif, lulusan Akpol 1996 ini juga menekankan aspek penegakan hukum yang tanpa kompromi. Ia menyoroti keberhasilan kolaborasi antara Polda Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), dan BKSDA dalam mengungkap berbagai sindikat besar perburuan liar di wilayah hukum Riau. “Kita harus berani menantang siapa pun yang merusak hutan dan memburu satwa dilindungi kita secara ilegal,” serunya dengan nada tegas.

Acara yang berlangsung meriah ini juga dihadiri oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Karoops Polda Riau Kombes Prabowo Susanto, serta berbagai tokoh masyarakat, adat, dan aktivis lingkungan. Kemeriahan festival semakin terasa dengan adanya aksi teatrikal yang dramatis, pembacaan puisi yang menggugah jiwa, hingga lomba melukis bagi generasi muda.

Baca Juga  Sikat Mafia Bahan Bakar, Polda Riau Bongkar Penyelewengan Bio Solar Subsidi Skala Besar

Sebagai bentuk tindakan nyata, Kapolda Riau juga menyerahkan bibit pohon kepada para peserta lomba, sebagai simbol harapan baru bagi konservasi gajah dan penghijauan kembali Bumi Lancang Kuning. Ia berharap tanggal 11 April 2026 akan dicatat dalam sejarah sebagai titik balik perjuangan memberikan keadilan kepada alam yang selama ini telah memelihara kehidupan manusia.

“Mudah-mudahan kehadiran kita semua di sini menjadi sumbangsih besar dalam menciptakan harmoni antara manusia dan alam. Mari kita tegakkan kepala untuk melawan perusakan hutan demi masa depan anak cucu kita,” pungkasnya menutup sambutan yang disambut tepuk tangan hangat dari para pegiat lingkungan dan masyarakat yang hadir.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul