Rp184,9 Miliar Cair! Bupati Pidie Jaya Beri Peringatan Keras Soal Bantuan Korban Bencana
Sabtu, 04 Apr 2026 00:37 WIB
Kabarmalam.com – Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menegaskan bahwa penyaluran bantuan tahap pertama senilai Rp184,9 miliar bagi korban bencana hidrometeorologi harus benar-benar tepat sasaran. Ia menekankan bahwa transparansi dan keadilan menjadi prinsip utama dalam pembagian bantuan tersebut agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Data Harus Akurat, Jangan Ada Warga yang Terlewat
Dalam keterangannya di Pidie Jaya, Bupati Sibral mengapresiasi langkah cepat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) yang telah mengusulkan data ke pemerintah pusat. Namun, ia mewanti-wanti agar proses verifikasi dan validasi lapangan dilakukan dengan sangat teliti.
“Data harus benar-benar akurat. Jangan sampai ada warga yang seharusnya berhak menerima bantuan justru tertinggal dari daftar. Sebaliknya, jangan ada pihak yang tidak memenuhi syarat malah menerima bantuan. Semua proses ini harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral,” tegasnya.
Fokus pada Hak Masyarakat dan Percepatan Pemulihan
Bupati merincikan bahwa bantuan yang akan disalurkan mencakup berbagai aspek krusial bagi penyintas bencana, mulai dari:
- Bantuan hunian tetap dan sementara.
- Jaminan hidup (Jadup) untuk kebutuhan harian.
- Santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia.
- Bantuan perawatan bagi korban luka berat.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk hambatan administratif yang berlarut-larut harus segera diatasi agar masyarakat bisa secepatnya merasakan manfaat bantuan tersebut. Sibral juga berharap proses validasi di tingkat pemerintah pusat dapat berjalan lancar sehingga pencairan dana bisa segera terealisasi.
Upaya Membangkitkan Ekonomi Pidie Jaya
Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari strategi percepatan pemulihan kondisi sosial dan ekonomi di wilayah Pidie Jaya. Dengan bantuan yang tepat sasaran, pemerintah daerah optimis masyarakat terdampak dapat kembali bangkit dan menata hidupnya kembali dengan lebih baik pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.