Ikuti Kami
kabarmalam.com

Dunia Bakal Ketergantungan! Rahasia Ekspor CPO RI Melejit Tembus 4,69 Miliar Dolar

Jurnal | kabarmalam.com
Sabtu, 04 Apr 2026 02:57 WIB
Dunia Bakal Ketergantungan! Rahasia Ekspor CPO RI Melejit Tembus 4,69 Miliar Dolar

Kabarmalam.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membawa kabar membanggakan bagi perekonomian nasional. Nilai ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya tercatat melonjak tajam dari 3,71 miliar dolar AS menjadi 4,69 miliar dolar AS pada periode Januari-Februari 2026.

Kenaikan fantastis ini disebut-sebut sebagai buah manis dari konsistensi pemerintah dalam memperkuat program hilirisasi guna menciptakan nilai tambah komoditas unggulan Indonesia di mata dunia.

Strategi Hilirisasi: Indonesia Kuasai Pasar Global

Menteri Amran menegaskan bahwa dengan mengolah CPO menjadi produk turunan seperti margarin hingga kosmetik, posisi tawar Indonesia akan semakin kuat. Hal ini dikarenakan Indonesia saat ini menguasai lebih dari 60 persen pasar sawit dunia.

Baca Juga  Misi Andra Soni dan Suku Baduy: Menjaga Nafas Alam di Jantung Ujung Kulon

“Kalau CPO kita olah menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia,” tegas Mentan Amran dalam keterangannya di Jakarta.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkokoh ekosistem produksi dari hulu hingga hilir agar ekonomi nasional yang berbasis sektor pertanian semakin solid dan tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah.

Lonjakan Volume dan Nilai Ekspor Menurut Data BPS

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekspor CPO ini mencapai angka yang sangat signifikan, yakni sebesar 26,40 persen secara kumulatif. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, merinci bahwa volume ekspor juga ikut melesat.

  • Volume Ekspor: Naik dari 3,33 juta ton (Jan-Feb 2025) menjadi 4,54 juta ton (Jan-Feb 2026).
  • Nilai Ekspor: Mencapai 4,69 miliar dolar AS di awal tahun 2026.
  • Sektor Nonmigas: Secara keseluruhan naik 2,82 persen dengan nilai 42,35 miliar dolar AS.
Baca Juga  Mendagri Ingatkan Kepala Daerah: Korupsi dan Pemborosan Adalah Musuh Utama Kepercayaan Publik

Ateng menambahkan bahwa sektor industri pengolahan, yang mencakup produk berbasis sawit, menjadi motor penggerak utama kenaikan kinerja ekspor nonmigas. Kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekspor mencapai andil 5,36 persen.

Selain sawit, komoditas lain seperti nikel, kendaraan bermotor, dan semikonduktor juga turut mendorong tren positif perdagangan luar negeri Indonesia di awal tahun ini, menegaskan posisi CPO sebagai komoditas tulang punggung ekonomi tanah air.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com