Duka Mendalam di Kalteng: Bripda Nopandri Ditemukan Gugur Usai Operasi Mencekam Melawan Bandar Narkoba
Sabtu, 04 Jul 2026 21:03 WIB
Kabarmalam.com — Awan hitam kesedihan menyelimuti Korps Bhayangkara setelah pencarian terhadap Bripda Nopandri, anggota Polri yang sempat dinyatakan hilang dalam sebuah operasi narkoba berdarah di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah, berakhir dengan kabar duka. Almarhum ditemukan dalam kondisi gugur setelah menjalankan tugas mulia memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Katingan.
Penghormatan Terakhir untuk Sang Bhayangkara
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri secara resmi menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian Bripda Nopandri. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa almarhum merupakan sosok prajurit yang berdedikasi tinggi hingga hembusan napas terakhirnya.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Bripda Nopandri gugur sebagai pahlawan dalam menjalankan tugas negara. Kami berdoa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan luar biasa,” ujar Brigjen Eko dalam pernyataan resminya pada Sabtu (4/7/2026).
Kronologi Penggerebekan yang Berujung Tragedi
Tragedi ini bermula pada Rabu dini hari (1/7), ketika tim dari Satresnarkoba Polres Katingan bergerak menindaklanjuti laporan warga mengenai peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Target utama mereka adalah seorang pria berinisial BIO, residivis kasus narkotika yang dikenal licin.
Sebanyak 12 personel diterjunkan ke lokasi yang terisolasi tersebut. Operasi awalnya berjalan sesuai rencana; tim dibagi menjadi dua kelompok untuk mengepung rumah target. Namun, situasi berubah mencekam ketika target berhasil diamankan. Alih-alih menyerah, sejumlah orang di dalam rumah beserta massa dari lingkungan sekitar mendadak melakukan perlawanan brutal.
Massa yang beringas menyerang petugas dengan senjata tajam jenis parang hingga senjata api rakitan. Dalam kondisi terdesak dan kalah jumlah, sejumlah personel terpaksa melakukan manuver penyelamatan diri dengan melompat ke sungai dan menembus gelapnya hutan untuk menghindari amukan massa yang kian tidak terkendali.
Komitmen Bareskrim Polri Mengusut Tuntas
Insiden ini tidak hanya merenggut nyawa Bripda Nopandri. Sebelumnya, Aipda Yudhie juga ditemukan meninggal dunia dengan luka senjata tajam di sekujur tubuhnya. Kepergian kedua putra terbaik Polri ini menjadi perhatian serius markas besar Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas siapa saja aktor di balik penyerangan tersebut.
“Kami telah berkoordinasi erat dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan. Tim gabungan saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Kami pastikan tidak ada tempat bersembunyi bagi mereka yang berani melawan hukum dan melukai petugas,” tegas Brigjen Eko dengan nada bicara yang lugas.
Ajakan Kolaborasi dengan Masyarakat
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat luas di wilayah Kalimantan Tengah agar tidak takut memberikan informasi sekecil apa pun terkait keberadaan para pelaku yang terlibat dalam penyerangan ini. Dukungan dari masyarakat sangat krusial agar proses penegakan hukum bisa berjalan cepat dan adil.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keamanan wilayah sekaligus mencari sisa bukti-bukti penting. Bareskrim Polri berkomitmen bahwa pengorbanan Aipda Yudhie dan Bripda Nopandri tidak akan sia-sia, dan keadilan bagi mereka akan ditegakkan setinggi-tingginya.