Solidaritas Poros Perlawanan: Petinggi Hizbullah dan Hamas Beri Penghormatan Terakhir untuk Ali Khamenei
Sabtu, 04 Jul 2026 23:33 WIB
Kabarmalam.com — Suasana haru menyelimuti ibu kota Iran saat tokoh-tokoh kunci dari berbagai faksi perlawanan berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Kehadiran perwakilan tingkat tinggi dari Hizbullah dan Hamas di Teheran mempertegas narasi solidaritas regional di tengah gejolak politik yang melanda Timur Tengah.
Penghormatan dari Sahabat Karib Teheran
Laporan yang dihimpun tim redaksi menyebutkan bahwa delegasi Hizbullah dipimpin langsung oleh Mohammed Fneish, seorang pejabat senior sekaligus mantan menteri Lebanon. Tidak hanya membawa jajaran pejabat, delegasi ini juga mengikutsertakan keluarga dari para pejuang yang gugur, sebagai bentuk penghormatan atas dukungan panjang Teheran terhadap gerakan mereka. Di sisi lain, faksi Hamas mengirimkan kepala biro politiknya, Mohammed Darwish, didampingi oleh tokoh-tokoh penting lainnya seperti Bassem Naim.
Kedatangan para petinggi ini bukan sekadar menghadiri ritual pemakaman. Mereka juga dijadwalkan mengadakan pertemuan strategis dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Pertemuan ini diyakini akan membahas langkah-langkah koordinasi di kawasan, mengingat peran krusial Iran sebagai penyokong utama kelompok-kelompok tersebut dalam menghadapi tekanan diplomatik dan sanksi dari pihak Barat.
Jejak Sejarah dan Akhir Sebuah Era
Ali Khamenei, yang telah memegang kendali kebijakan tertinggi Iran sejak tahun 1989, wafat pada usia 86 tahun. Ia menjadi korban dalam serangan udara gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu—sebuah insiden berdarah yang memicu eskalasi konflik besar-besaran di wilayah Timur Tengah. Kepergian sosok karismatik ini meninggalkan ruang kosong yang signifikan dalam struktur kekuasaan Iran.
Momen duka ini juga membangkitkan ingatan pahit atas tewasnya Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas, di Teheran pada Juli 2024. Haniyeh terbunuh dalam operasi intelijen Israel sesaat setelah menghadiri pelantikan Presiden Masoud Pezeshkian, sebuah tragedi yang hingga kini masih menyisakan ketegangan mendalam bagi keamanan regional.
Lautan Manusia di Grand Mosalla
Pusat keramaian terkonsentrasi di kompleks keagamaan Grand Mosalla. Sejak fajar menyingsing, lautan massa telah memadati lokasi tersebut untuk melepas kepergian pemimpin yang selama lebih dari tiga dekade menentukan arah kebijakan negara mereka. Pemerintah Iran telah menetapkan hari Minggu sebagai hari libur nasional guna memberikan kesempatan luas bagi seluruh warga untuk berpartisipasi dalam masa berkabung ini.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resminya menyerukan agar masyarakat hadir secara massal dalam upacara ini. Langkah ini dilakukan untuk menunjukkan kepada mata dunia bahwa persatuan nasional dan wibawa Iran tetap kokoh meski sedang dilanda ujian berat. Prosesi ini dijadwalkan akan terus berlanjut hingga Minggu malam dengan protokol keamanan yang sangat ketat di seluruh penjuru kota.