Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Pilu Balita di Kapuas: Menjadi Sasaran Amarah Kakek Kandung Akibat Himpitan Ekonomi

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 05 Jul 2026 01:34 WIB
Kisah Pilu Balita di Kapuas: Menjadi Sasaran Amarah Kakek Kandung Akibat Himpitan Ekonomi

Kabarmalam.com — Kabar memilukan datang dari Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Seorang balita malang yang baru menginjak usia empat tahun harus menelan pil pahit kehidupan setelah menjadi korban penganiayaan anak yang dilakukan oleh kakek kandungnya sendiri. Tindakan keji ini terungkap setelah pihak kepolisian mendapati sejumlah luka fisik yang membekas di tubuh mungil korban.

Kasus ini mencuat ke permukaan setelah Kasat Reskrim Polres Kapuas, AKP Danny Arrizal Saputra, memberikan pernyataan resmi terkait penahanan pelaku. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sang bocah telah dititipkan oleh ibu kandungnya kepada sang kakek sejak Januari 2026. Namun, rencana awal yang hanya bersifat sementara selama dua bulan berubah menjadi ketidakpastian. Hingga bulan Juni, sang ibu tak kunjung menjemput anaknya, bahkan disebut-sebut tidak mengirimkan nafkah untuk kebutuhan sehari-hari sang balita.

Baca Juga  Skandal Judi Online Internasional Terbongkar di Jakarta Barat, 321 WNA Terjaring Operasi Besar Polri

Himpitan Ekonomi dan Amarah yang Tak Terbendung

Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa motif di balik aksi brutal ini berkelindan dengan tekanan hidup yang menghimpit pelaku. Sang kakek, yang sehari-harinya menyambung hidup sebagai buruh panen, harus memikul beban berat untuk menghidupi istri serta dua anak lainnya. Kondisi finansial yang serba kekurangan, ditambah absennya tanggung jawab dari orang tua kandung korban, menciptakan bom waktu emosional.

“Pelaku saat ini telah kami tahan untuk proses hukum lebih lanjut. Selain faktor tekanan ekonomi, perilaku korban yang sering buang air kecil maupun besar sembarangan di dalam rumah juga kerap memicu kemarahan spontan dari pelaku,” tutur AKP Danny dalam keterangannya kepada media. Sayangnya, ketidaksabaran dalam mengasuh anak ini berujung pada tindakan kekerasan fisik yang sangat tidak manusiawi.

Baca Juga  Update Teror Jatinangor: Polisi Temukan Pisau dan 12 Rekaman CCTV dalam Kasus Mahasiswi Unpad Dilindas Motor

Detail Kekerasan yang Menyayat Hati

Bentuk kekerasan yang dialami korban sungguh memprihatinkan. Setiap kali sang kakek merasa kesal, ia melampiaskannya dengan cara mencubit dan memukul korban menggunakan benda tumpul seperti selang air hingga gagang sapu yang terbuat dari besi. Tidak berhenti di situ, fakta yang lebih mengerikan terungkap bahwa pelaku tega menarik alat kelamin cucunya sendiri hingga menyundutkan api rokok ke bagian tubuh balita malang tersebut.

Tragedi yang menimpa balita di Kalimantan Tengah ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap pola asuh anak di lingkungan keluarga terdekat. Saat ini, kepolisian tengah fokus memastikan korban mendapatkan perawatan medis dan pemulihan trauma, sementara pelaku harus bersiap mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum sesuai dengan undang-undang perlindungan anak yang berlaku.

Baca Juga  Langkah Nyata Pemulihan Trauma, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Tim Psikolog untuk Korban Daycare Little Aresha
Tentang Penulis
Husnul
Husnul