Ikuti Kami
kabarmalam.com

Siasat Licin Penyelundupan 325 Kg Sabu Thailand-Aceh: Peran Tekong Hingga Pengendali Darat Terbongkar

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 28 Jun 2026 16:35 WIB
Siasat Licin Penyelundupan 325 Kg Sabu Thailand-Aceh: Peran Tekong Hingga Pengendali Darat Terbongkar

Kabarmalam.com — Sebuah operasi besar yang dilancarkan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil memutus rantai peredaran gelap narkotika kelas berat. Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan sabu seberat 325 kilogram yang berasal dari jaringan internasional Thailand-Indonesia. Dua orang tersangka berinisial Jufri (29) dan Zulfahmi (29) diringkus dengan peran yang sangat spesifik: satu sebagai penguasa jalur laut (tekong) dan lainnya sebagai pengatur ritme di daratan.

Keberhasilan ini merupakan buah kerja keras tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC Bareskrim Polri. Di bawah komando Kombes Pol Handik Zusen dan Kombes Pol Kevin Leleury, petugas berhasil mengidentifikasi pergerakan para pelaku yang mencoba memasukkan barang haram tersebut melalui perairan Aceh.

Baca Juga  Sikat Mafia Energi! Pertamina Siapkan Sanksi Berat Bagi Penyalur BBM dan LPG Subsidi Nakal

Misi Berbahaya di Tengah Lautan

Kisah ini bermula dari sebuah pertemuan di kedai kopi. Jufri, sang ‘tekong’ atau pengemudi kapal, mengaku direkrut oleh seorang pria berinisial MJ yang saat ini telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Pada Sabtu, 20 Juni 2026, di sebuah warung kopi di kawasan Kampung Kuala Meuraksa, Jufri ditawari pekerjaan berisiko tinggi dengan imbalan menggiurkan: menjemput kiriman sabu di titik 120 mil dari perbatasan laut Indonesia-Thailand.

Tiga hari berselang, Jufri dan MJ membelah ombak menuju titik koordinat yang ditentukan. Tepat pada Selasa, 23 Juni 2026, sekitar pukul 07.00 WIB, sebuah kapal besi besar berwarna cokelat tanpa identitas bendera muncul di cakrawala. Di sanalah metode ship-to-ship dilakukan. Empat orang warga negara asing berpostur tinggi kurus memindahkan ratusan bungkus narkotika ke kapal Jufri sebelum akhirnya menghilang kembali ke perairan internasional.

Baca Juga  Bongkar Lab Rahasia Liquid Vape Etomidate di Jakarta Timur: Bermula dari Kecurigaan Sang Driver Ojol

Skenario ‘Drop-Off’ di Parkiran Rumah Sakit

Sementara Jufri bertarung dengan ombak, Zulfahmi telah bersiap di daratan sebagai pengendali operasional. Berdasarkan instruksi MJ melalui aplikasi pesan terenkripsi Zangi, Zulfahmi diperintahkan untuk berkumpul di area tambak Kuala Meuraksa guna menyambut kedatangan barang tersebut.

“Zulfahmi dan seorang rekannya berinisial UA mendapatkan perintah dari akun bernama ‘B’ untuk mengambil sebuah mobil Honda HR-V hitam dengan nomor polisi BK-1975-ACH yang terparkir di RS Cut Mutia,” ungkap Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi.

Siasat yang mereka gunakan tergolong sangat rapi untuk menghindari kecurigaan petugas:

  • Mengambil mobil operasional yang sudah disiapkan di area publik (rumah sakit).
  • Membawa mobil tersebut ke dermaga tikus di Kuala Meuraksa untuk memuat 325 bungkus sabu.
  • Mengembalikan mobil yang telah penuh muatan ke parkiran rumah sakit semula.
  • Meninggalkan kunci kendaraan di bawah ban sebagai tanda bahwa misi telah selesai dan barang siap diambil oleh kurir berikutnya.
Baca Juga  Misi Penting di Beijing: Trump dan Xi Jinping Jamin Selat Hormuz Tetap Terbuka Demi Stabilitas Energi Dunia

Namun, sepandai-pandainya mereka menyembunyikan jejak, ketajaman intelijen kepolisian jauh lebih unggul. Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi jaringan internasional yang mencoba memanfaatkan wilayah pesisir Aceh sebagai pintu masuk narkoba. Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap MJ dan aktor intelektual lainnya yang berada di balik layar penyelundupan kolosal ini.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul