Teror Geng Motor di Tanah Tinggi Johar Baru: 3 Warga Terluka, 5 Pelaku Berhasil Diringkus
Minggu, 28 Jun 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Ketenangan fajar di kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, terkoyak oleh aksi brutal sekelompok pemuda bermotor yang melakukan penyerangan membabi buta terhadap warga sipil. Insiden berdarah yang terjadi pada Jumat (26/6) sekitar pukul 04.20 WIB ini mengakibatkan tiga orang warga setempat harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka sabetan senjata tajam yang cukup serius.
Aksi anarkis yang sempat terekam dan viral di media sosial tersebut melibatkan massa dalam jumlah besar. Berdasarkan keterangan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, kelompok yang diduga kuat sebagai geng motor ini diperkirakan berjumlah sekitar 40 orang dengan mengendarai kurang lebih 20 sepeda motor saat menyisir Jalan Tanah Tinggi XII.
Kronologi Penyerangan yang Mencekam
Tanpa alasan yang jelas, gerombolan ini mendatangi lokasi dan langsung merangsek menyerang warga yang tengah beraktivitas di sekitar tempat kejadian. Situasi yang awalnya tenang berubah menjadi mencekam ketika para pelaku mulai mengayunkan senjata tajam ke arah warga. Akibatnya, tiga orang korban mengalami luka pembacokan di titik-titik vital seperti punggung, pinggang, serta lengan.
“Para pelaku datang secara berkelompok dan melakukan penyerangan terhadap warga yang sedang berada di lokasi. Ketiga korban saat ini telah mendapatkan perawatan medis dan kami telah melakukan visum untuk memperkuat bukti penyidikan,” ujar Kombes Reynold dalam keterangan resminya, Minggu (28/6).
Lima Terduga Pelaku Diamankan Beserta Senjata Tajam
Bergerak cepat merespons keresahan masyarakat, tim gabungan kepolisian segera melakukan perburuan. Hasilnya, lima orang terduga pelaku berinisial P, HS, IW, AS, dan MDP berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti. Dari tangan para pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat keterlibatan mereka dalam aksi kejahatan jalanan tersebut.
Adapun barang bukti yang diamankan meliputi:
- Dua bilah celurit tajam yang diduga digunakan untuk melukai korban.
- Dua unit sepeda motor sebagai sarana transportasi saat kejadian.
- Satu potong jaket milik salah satu pelaku.
- Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
- Hasil visum et repertum para korban.
Polisi Buru Pelaku Lain yang Masuk Daftar DPO
Kombes Reynold menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme di wilayah hukum Jakarta Pusat. Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan intensif untuk mengungkap identitas anggota kelompok lainnya.
“Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang telah teridentifikasi dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kami juga mendalami aktivitas kelompok gangster ini, termasuk pergerakan mereka di media sosial yang kerap memicu provokasi,” tegas Kompol Saiful.
Saat ini, kelima pelaku tengah menjalani pemeriksaan maraton di Mapolsek Johar Baru. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui saluran darurat agar tindakan preventif dapat segera dilakukan.