Kawal Akurasi Data Nasional, Gus Ipul Bakar Semangat Ribuan Petugas Sensus Ekonomi di Palembang
Minggu, 28 Jun 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Langit cerah di atas Benteng Kuto Besak, Palembang, menjadi saksi bisu sebuah momentum krusial bagi masa depan pembangunan Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, secara resmi memimpin pembacaan ikrar ribuan petugas Sensus Ekonomi 2026 dalam perhelatan akbar bertajuk Semarak (Sensus Ekonomi Milik Rakyat) Wong Kito 2026 pada Minggu (28/6/2026).
Di hadapan sekitar 7.588 pejuang data yang berasal dari 17 kabupaten/kota di seluruh penjuru Sumatera Selatan, Gus Ipul menyampaikan pesan mendalam mengenai betapa vitalnya data yang presisi. Menurutnya, akurasi data bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan fondasi kokoh agar kebijakan pemerintah bisa menyentuh kebutuhan rakyat yang paling mendasar.
Satu Data untuk Indonesia Maju
Langkah besar ini, ungkap Gus Ipul, merupakan pengejawantahan dari visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki transformasi manajemen data nasional. Selama ini, ego sektoral seringkali membuat data tersebar di berbagai lembaga tanpa integrasi yang jelas.
“Kita sedang memasuki era baru melalui konsolidasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, semua data yang dulunya terfragmentasi kini disatukan dan dikelola secara profesional oleh BPS,” ujar Gus Ipul dengan nada tegas.
Ia menambahkan bahwa keberadaan data yang selaras dengan kenyataan di lapangan akan meminimalisir salah sasaran dalam penyaluran bantuan maupun program pembangunan lainnya. Menteri Sosial tersebut juga mengajak masyarakat Sumatera Selatan untuk membuka pintu lebar-lebar dan menyambut para petugas sensus dengan tangan terbuka.
Bekerja dengan Hati dan Empati
Salah satu poin menarik yang ditekankan Gus Ipul adalah aspek humanis dalam pendataan. Kepada ribuan petugas yang hadir, ia berpesan agar mereka tidak hanya fokus pada pencapaian target administratif, tetapi juga mengedepankan pendekatan personal kepada warga.
“Jadilah petugas yang bekerja dengan hati. Gunakan empati saat berinteraksi, karena masyarakat seringkali membutuhkan penjelasan yang lebih mendalam tentang pentingnya pendataan ini. Di balik data yang paten, ada petugas yang bekerja dengan keren,” tuturnya yang disambut gemuruh tepuk tangan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengingatkan bahwa kualitas hasil akhir sensus ada di tangan para petugas lapangan. Ia memberikan dua instruksi utama: jangan ada pelaku usaha yang terlewat, dan pastikan data yang diambil sepenuhnya akurat.
Sinergi di Bumi Sriwijaya
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat bergantung pada hasil sensus ini dalam merancang strategi pembangunan daerah. “Membangun daerah tidak bisa mengandalkan perasaan atau feeling semata. Harus berbasis data agar tepat sasaran dan efektif,” pungkasnya.
Suasana semakin meriah saat ribuan petugas melakukan aksi flash mob bersama, diikuti dengan pemotongan pempek sebagai simbol kearifan lokal yang menandai dimulainya gerakan Semarak Wong Kito 2026. Acara kemudian ditutup dengan momen santai di mana Gus Ipul beserta jajaran pejabat menaiki kapal untuk menyusuri keindahan Sungai Musi, menikmati semilir angin Palembang sembari mencicipi kuliner khas Bumi Sriwijaya.
Turut hadir dalam kesempatan ini Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Kepala BPS Provinsi Sumsel Moh. Wahyu Yulianto, serta jajaran Forkopimda yang menunjukkan soliditas antar-instansi demi suksesnya agenda nasional ini.