Ikuti Kami
kabarmalam.com

Riset Poltracking: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Paling Bermanfaat di Mata Publik, Angka Kepuasan Tembus 55 Persen

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 13 Apr 2026 15:05 WIB
Riset Poltracking: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Paling Bermanfaat di Mata Publik, Angka Kepuasan Tembus 55 Persen

Kabarmalam.com — Di tengah deru langkah pemerintahan baru, satu kebijakan tampaknya berhasil mencuri perhatian dan hati masyarakat secara luas. Berdasarkan temuan terbaru dari survei poltracking Indonesia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dinobatkan sebagai inisiatif yang paling dirasakan manfaatnya oleh publik dibandingkan program pemerintah lainnya.

Kebijakan yang menjadi pilar utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menunjukkan performa yang cukup signifikan dalam persepsi publik. Data menunjukkan bahwa sekitar 55 persen responden menyatakan rasa puas mereka terhadap implementasi program tersebut.

Dominasi Manfaat di Tengah Program Unggulan Lainnya

Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amwari, mengungkapkan bahwa dalam peta program pemerintah, makan bergizi gratis melesat jauh di urutan teratas. Setidaknya ada 36,5 persen responden yang secara tegas menyebut MBG sebagai program yang paling memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka sehari-hari.

Baca Juga  Polemik Anggaran 'Kaos Kaki' vs Pengawasan Makan Bergizi Gratis: BGN Klarifikasi Dana Rp 700 Miliar untuk BPOM

Angka ini berhasil mengungguli beberapa program bantuan sosial dan layanan kesehatan yang sudah lebih dulu eksis, seperti:

  • Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan angka 11 persen
  • Layanan kesehatan gratis sebesar 9,6 persen
  • Kartu Indonesia Pintar (KIP) di angka 8,6 persen
  • Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebesar 7,2 persen

“Setidaknya ada lima program yang paling dominan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan MBG berada di posisi puncak dengan persentase 36,5 persen,” jelas Masduri dalam pemaparannya yang dikutip melalui saluran digital resmi Poltracking.

Akurasi Target dan Kesadaran Publik yang Tinggi

Tidak hanya soal manfaat, sisi ketepatan sasaran juga menjadi keunggulan program ini. Survei mencatat bahwa 32,1 persen publik menilai MBG sebagai program prioritas yang paling tepat sasaran. Posisi ini diikuti oleh KIP (10,4 persen), Bantuan Subsidi Upah (9,1 persen), KIS (8,9 persen), dan layanan kesehatan gratis (8,5 persen).

Baca Juga  Kembalikan Marwah Ikon Jakarta, Pramono Anung Larang Keras Ondel-ondel Ngamen di Jalanan

Fenomena menarik lainnya muncul dari tingkat popularitas program. MBG tercatat memiliki tingkat awareness atau kesadaran publik yang sangat masif, mencapai angka 88 persen. Artinya, hampir seluruh lapisan masyarakat mengetahui keberadaan inisiatif ini. Namun, Masduri memberikan catatan penting bahwa meski populer, tingkat kepuasan publik saat ini masih berada di angka 55 persen.

Pentingnya Evaluasi dan Komunikasi Strategis

Melihat adanya celah antara popularitas yang tinggi dan tingkat kepuasan yang moderat, Poltracking menyarankan agar pemerintah memperkuat lini komunikasi. Menurut Masduri, langkah komunikasi strategis sangat diperlukan untuk menyelaraskan persepsi publik dengan realita di lapangan.

“Pemerintah perlu melakukan komunikasi yang lebih tajam untuk meningkatkan penerimaan publik. Hal yang paling fundamental adalah bagaimana menindaklanjuti berbagai catatan dan masukan dari masyarakat agar pelaksanaan program ini semakin sempurna ke depannya,” tambahnya.

Baca Juga  Skenario Gelap Demokrasi: KPK Bongkar Praktik Suap Penyelenggara Pemilu demi Manipulasi Suara

Metodologi Survei

Sebagai informasi, riset ini dilakukan pada periode 2 hingga 8 Maret 2025 dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia. Survei nasional ini menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka langsung.

Dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan margin of error sekitar +/- 2,9 persen, data ini memberikan gambaran yang cukup valid mengenai bagaimana denyut nadi masyarakat merespons kebijakan strategis nasional yang sedang berjalan saat ini.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul