Ikuti Kami
kabarmalam.com

Momen Jenaka Presiden Prabowo di Nganjuk: Goda Verrell Bramasta Soal Status WNI hingga Salah Dengar ‘Belgia’

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 16 Mei 2026 21:04 WIB
Momen Jenaka Presiden Prabowo di Nganjuk: Goda Verrell Bramasta Soal Status WNI hingga Salah Dengar 'Belgia'

Kabarmalam.com — Suasana formal dalam agenda peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk mendadak cair dan diwarnai gelak tawa. Hal ini terjadi saat Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan spontan kepada aktor muda yang kini menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta.

Momen menggelitik tersebut berlangsung pada Sabtu (16/5/2026), ketika Presiden tengah menyapa deretan pejabat tinggi dan anggota legislatif yang hadir. Prabowo yang dikenal memiliki gaya komunikasi yang lugas namun terkadang jenaka, tampak terpukau dengan penampilan fisik Verrell yang dinilai sangat representatif sebagai figur publik.

Sapaan Hangat untuk Kabinet dan Legislator

Sebelum sampai pada interaksi uniknya dengan Verrell, Presiden Prabowo Subianto terlebih dahulu menyapa jajaran pimpinan lembaga tinggi negara. Mulai dari Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Nazamudin, hingga Siti Hediati Hariyadi yang mengepalai Komisi IV DPR RI.

Baca Juga  Riset Poltracking: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Paling Bermanfaat di Mata Publik, Angka Kepuasan Tembus 55 Persen

Hadir pula dalam kesempatan tersebut sejumlah menteri koordinator dan jajaran Kabinet Merah Putih. Prabowo menyebutkan bahwa hampir seluruh menterinya hadir di Nganjuk, kecuali mereka yang memiliki urusan mendesak dan telah mengantongi izin khusus.

Satu per satu nama besar disebut, mulai dari Menkopolkam Djamari Chaniago, Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra, hingga Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono. Kehadiran para petinggi militer dan kepolisian seperti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga turut mempertegas urgensi acara tersebut.

Dialog ‘Interogasi’ Jenaka: WNI atau Bukan?

Ketegangan formalitas benar-benar pecah saat Prabowo mulai mengabsen anggota DPR RI. Setelah menyebut beberapa nama seperti Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Sigit Purnomo (Pasha Ungu), perhatian Presiden tertuju pada sosok Verrell Bramasta yang duduk di deretan kursi Komisi X.

Baca Juga  Konsistensi Kawal Integritas Hukum, Bambang Soesatyo Raih Penghargaan Bergengsi KWP Awards 2026

Begitu namanya dipanggil, Verrell langsung berdiri tegap dan memberikan sikap hormat yang sempurna kepada Sang Panglima Tertinggi. Namun, respons Prabowo justru di luar dugaan.

“Kamu warga negara Indonesia?” tanya Prabowo dengan nada seloroh yang langsung memicu senyum para undangan. Verrell yang tampak sedikit terkejut namun tetap tenang, segera menjawab dengan tegas, “Iya Pak Presiden, warga negara Indonesia,” sembari menganggukkan kepala sebagai bentuk takzim.

Mispersepsi Bali Menjadi Belgia

Rasa penasaran Presiden rupanya belum tuntas. Ia kemudian menanyakan asal-usul keluarga atau garis keturunan Verrell yang memiliki wajah khas tersebut. “Keturunan mana? Ada keturunan mana?” cecar Prabowo lagi.

Putra dari Venna Melinda dan Ivan Fadilla Soedjoko ini pun menjelaskan bahwa dirinya merupakan perpaduan keturunan dari Bali dan Jawa Timur. Menariknya, terjadi sebuah miskomunikasi kecil yang semakin memancing tawa. Prabowo sempat salah mendengar jawaban tersebut dan mengira Verrell menyebut ‘Belgia’.

Baca Juga  Catat Tanggalnya! Inilah Deretan Long Weekend 2026 Usai Libur Paskah untuk Rencana Liburan Anda

“Bali? Ada orang Bali kayak kau?” ucap Prabowo setelah Verrell mengklarifikasi bahwa asal-usulnya adalah Pulau Dewata, bukan negara di Eropa tersebut. Celetukan spontan Presiden ini seolah memuji paras Verrell sekaligus memberikan nuansa kekeluargaan di tengah agenda kenegaraan yang padat.

Kehadiran figur muda seperti Verrell di kursi parlemen memang menjadi warna tersendiri. Bagi Prabowo, interaksi semacam ini bukan sekadar guyonan, melainkan bentuk apresiasi terhadap generasi muda yang mau terjun langsung membangun bangsa melalui jalur politik dan pengabdian masyarakat.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul