Ikuti Kami
kabarmalam.com

Gus Ipul Tekankan Kejujuran: Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Angka, Tapi Harapan Baru Bagi Kaum Marjinal

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 28 Jun 2026 20:34 WIB
Gus Ipul Tekankan Kejujuran: Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Angka, Tapi Harapan Baru Bagi Kaum Marjinal

Kabarmalam.com — Langkah nyata pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan kembali ditegaskan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul. Dalam kunjungannya ke acara Open House Sekolah Rakyat di Sentra ‘Budi Perkasa’ Palembang, Gus Ipul menekankan bahwa kejujuran adalah fondasi utama dalam membangun ekosistem pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.

Gus Ipul menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan siswa di Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran konvensional, melainkan melalui proses penjangkauan langsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar jatuh ke tangan mereka yang paling membutuhkan, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 dan 2.

Prinsip Kejujuran dalam Penjangkauan

“Program ini harus kita awali dengan keterbukaan. Tidak ada istilah titip-menitip atau praktik curang. Petugas di lapangan harus jujur dalam menjangkau keluarga yang memenuhi kriteria, dan keluarga pun harus memberikan informasi yang apa adanya,” ujar Gus Ipul dengan nada tegas di hadapan para orang tua siswa, Minggu (28/6/2026).

Baca Juga  BMKG Beri Peringatan Dini: Waspada Ancaman Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem Hingga 8 Mei 2026

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan institusi ini harus bersih dari praktik korupsi maupun sogok-menyogok. Menurutnya, program ini adalah amanah besar untuk merangkul mereka yang selama ini terpinggirkan dari roda pembangunan nasional.

Statistik yang Memanusiakan Manusia

Senada dengan Mensos, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti yang turut hadir mengungkapkan sisi humanis di balik data statistik. Bagi Amalia, keberhasilan program ini membuktikan bahwa angka-angka dalam laporan kependudukan memiliki makna yang mendalam ketika diimplementasikan menjadi sebuah kebijakan nyata.

  • Statistik bukan sekadar kumpulan angka di atas kertas.
  • Data berfungsi memberikan dampak nyata bagi masa depan anak bangsa.
  • Akurasi data DTSEN terus disempurnakan melalui umpan balik di lapangan.
Baca Juga  Gus Ipul Bakar Semangat Ribuan Pendamping PKH: Integritas Adalah Harga Mati untuk Kesejahteraan Rakyat

Saat ini, Sumatera Selatan menjadi salah satu pionir dengan lima Sekolah Rakyat rintisan, termasuk SRMA 7 Palembang yang kini mendidik 96 siswa, serta menyambut 60 calon siswa baru melalui proses penjangkauan yang ketat.

Momen Haru dan Secercah Harapan

Suasana Open House berubah menjadi emosional ketika Gus Ipul berdialog dengan Nur Aziza, siswi kelas 10 yang juga putri seorang buruh harian lepas. Dengan mata berkaca-kaca, Nur mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo karena melalui program ini, ia bisa kembali merajut mimpi menjadi seorang dokter.

Kisah pilu lainnya datang dari M. Fariz Al Afiz, anak berusia 10 tahun yang sebelumnya tidak pernah mengecap bangku sekolah karena keterbatasan ekonomi. Ayahnya, yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan, hanya bisa pasrah hingga akhirnya petugas Sekolah Rakyat mendatangi kediaman mereka.

Baca Juga  Indonesia Bersinar di Panggung Global: Tiga Inovasi Pelayanan Publik Raih Penghargaan PBB 2026

“Inilah alasan mengapa Sekolah Rakyat ada. Masih ada saudara-saudara kita yang belum tersentuh pembangunan, dan kita hadir untuk memastikan mereka tidak tertinggal,” pungkas Gus Ipul.

Ke depan, para lulusan Sekolah Rakyat akan dibekali dua pilihan strategis: melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi bagi yang berprestasi akademik, atau menjadi tenaga kerja terampil yang siap pakai di dunia industri. Acara ditutup dengan penuh semangat lewat penampilan bakat para siswa, mulai dari seni bela diri hingga pidato dalam empat bahasa asing, menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi potensi yang luar biasa.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul