Gus Ipul Bakar Semangat Ribuan Pendamping PKH: Integritas Adalah Harga Mati untuk Kesejahteraan Rakyat
Selasa, 28 Apr 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melontarkan seruan tegas kepada ribuan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh pelosok negeri. Dalam sebuah pertemuan koordinasi strategis yang diikuti secara daring oleh lebih dari 6.000 Ketua Tim dari tingkat kecamatan hingga provinsi, Gus Ipul menekankan bahwa profesionalisme dan integritas bukanlah sekadar slogan, melainkan napas utama dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Transformasi Status Menjadi ASN PPPK sebagai Amanah Besar
Di hadapan para pejuang sosial, Gus Ipul menggarisbawahi perubahan status pendamping PKH yang kini banyak bertransformasi menjadi ASN PPPK. Menurutnya, peningkatan status ini adalah bentuk nyata kepercayaan negara dan Presiden terhadap dedikasi mereka selama ini. Namun, privilese tersebut datang dengan tanggung jawab moral yang jauh lebih besar di pundak masing-masing individu.
“Negara telah memberikan kehormatan besar kepada kita. Kepercayaan Presiden ini harus dibayar tuntas dengan kerja yang benar, terukur, dan profesional. Tidak ada pilihan lain selain memberikan yang terbaik untuk rakyat,” tegas Gus Ipul dalam arahannya yang bernada lugas dan penuh motivasi.
Alarm Disiplin: Tidak Ada Toleransi bagi Pelanggaran
Meski memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para pendamping dalam mengawal keluarga penerima manfaat (KPM), Gus Ipul juga memberikan peringatan keras. Mencermati catatan sepanjang tahun 2026, masih ditemukan puluhan kasus pelanggaran disiplin yang berujung pada sanksi, mulai dari teguran hingga pemberhentian tidak hormat. Hal ini menjadi alarm penting bagi seluruh pendamping PKH untuk selalu menjaga marwah institusi.
Gus Ipul menegaskan bahwa integritas adalah pondasi yang tidak bisa ditawar. Beliau secara eksplisit menyatakan tidak ingin ada lagi sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Sosial yang harus berurusan dengan sanksi akibat melanggar aturan yang telah ditetapkan.
Tiga Mandat Utama dan Strategi Pemberdayaan 3A
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul memaparkan tiga mandat utama dari Presiden yang harus dikawal ketat oleh jajaran pendamping di lapangan. Mandat tersebut meliputi pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, serta penyelenggaraan program Sekolah Rakyat.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa penanganan kemiskinan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan uang semata. Pendamping diminta menerapkan pendekatan pemberdayaan berbasis 3A, yaitu:
- Ability (Kemampuan): Meningkatkan kapasitas diri KPM melalui pelatihan.
- Asset (Aset): Membuka akses bagi KPM untuk memiliki atau mengelola aset produktif.
- Accessibility (Aksesibilitas): Memastikan KPM mendapatkan kemudahan akses ke peluang usaha dan layanan publik.
Delapan Instruksi Tegas untuk Perubahan Nyata
Menutup rangkaian pesannya, Gus Ipul menitipkan delapan pedoman utama yang wajib dipegang teguh oleh setiap pendamping PKH:
- Memegang teguh integritas tanpa kompromi dalam setiap tindakan.
- Memastikan validitas data DTSEN yang akurat dan jujur.
- Mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang benar-benar tepat sasaran.
- Menjaga proses penjangkauan Sekolah Rakyat tetap bersih dan transparan.
- Mendorong kemandirian ekonomi agar KPM bisa segera melakukan graduasi.
- Selalu hadir lebih awal di tengah masyarakat saat terjadi dinamika sosial.
- Menjunjung tinggi profesionalisme dalam bekerja.
- Memastikan setiap program memberikan dampak perubahan hidup yang nyata bagi rakyat.
“Jangan mengukur keberhasilan hanya dari tumpukan laporan di atas meja, tapi lihatlah dari seberapa besar perubahan hidup yang dirasakan oleh rakyat kita,” pungkas Gus Ipul, yang kemudian disambut dengan seruan penuh semangat ‘Satu Barisan’ oleh ribuan pendamping PKH di seluruh Indonesia.