Ikuti Kami
kabarmalam.com

Transformasi Nyata Sekolah Rakyat: Gus Ipul Sebut Siswa Makin Berkarakter dan Siap Taklukkan Dunia

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 18 Apr 2026 21:05 WIB
Transformasi Nyata Sekolah Rakyat: Gus Ipul Sebut Siswa Makin Berkarakter dan Siap Taklukkan Dunia

Kabarmalam.com — Sembilan bulan berjalan, program inovatif Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah mulai membuahkan hasil manis. Transformasi ini terlihat jelas dari peningkatan rasa percaya diri, kedisiplinan, hingga besarnya ambisi para siswa untuk menatap masa depan yang lebih cerah, baik di jenjang pendidikan tinggi maupun dunia kerja profesional.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan para santri di sekolah tersebut. Saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 di Makassar pada Sabtu (18/4), ia melihat langsung bagaimana karakter anak bangsa ditempa dengan sungguh-sungguh.

“Anak-anak kini jauh lebih percaya diri. Mereka sudah memiliki minat dan tekad yang kuat di bidang tertentu. Yang paling membanggakan adalah kesadaran mereka untuk memanfaatkan peluang yang ada demi menjadi pribadi yang berilmu, berkarakter, dan cerdas,” ungkap Gus Ipul dalam narasi yang diterima Menteri Sosial.

Baca Juga  Aksi Koboi Maling Motor di RSIA Duren Sawit: Todongkan Senjata Api ke Sekuriti Sebelum Kabur

Melalui Tantangan, Membentuk Kedisiplinan

Gus Ipul tidak memungkiri bahwa perjalanan membangun ekosistem sekolah berasrama ini tidaklah instan. Pada bulan pertama, baik tenaga pendidik maupun siswa harus berjuang ekstra keras untuk beradaptasi dengan sistem pendidikan terpadu.

“Membangun kedisiplinan itu butuh waktu. Membiasakan mereka bangun pagi dan mengikuti jadwal yang sangat padat hingga malam hari adalah tantangan tersendiri di awal program. Namun, memasuki bulan kedua dan ketiga, ritme itu mulai terbentuk secara alami,” tambahnya.

Di Sekolah Rakyat, kurikulum yang diterapkan menggabungkan aspek akademis dan spiritual. Pagi hari difokuskan pada pembelajaran formal berbasis Learning Management System (LMS), sementara sore hingga malam hari diisi dengan pembinaan karakter oleh wali asrama. Tujuannya jelas: mencetak generasi yang cinta ilmu, taat beragama, dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kisah Ibrahim: Dari Anak Kuli Menuju Panggung Nasional

Salah satu bukti nyata keberhasilan program ini tercermin dalam sosok Ibrahim Ramadan. Remaja yang merupakan putra seorang kuli bangunan dan telah kehilangan ibunya ini, kini tengah bersiap membawa nama sekolahnya ke kancah nasional dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 kategori tari kreasi.

Baca Juga  Menanti Kepastian RUU PPRT: Baleg DPR RI Desak Pemerintah Segera Terbitkan Surpres

Tidak hanya Ibrahim, sejumlah siswa lainnya seperti Riski Nurjannah, Kalilah Karim, Salwa Dzakilla, dan Manohara juga akan berlaga di ajang serupa. Sementara itu, Nurul Atika dan Mega Auliya siap berkompetisi dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026. Ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi prestasi siswa.

Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem

Program Sekolah Rakyat memang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang masuk dalam daftar desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Banyak di antara mereka yang sebelumnya putus sekolah atau nyaris kehilangan harapan untuk melanjutkan pendidikan.

Kepala SRMA 26, Andi Ernawati, mencatat perubahan psikologis yang signifikan pada anak didiknya. “Dulu mereka sangat takut untuk tampil di depan umum. Sekarang, rasa takut itu berganti dengan keberanian dan rasa bangga pada kemampuan diri sendiri,” tuturnya.

Baca Juga  Mensos Gus Ipul Pastikan Dana Bansos Tetap Aman: Jangan Terkecoh Hoaks dan Penipuan di Media Sosial

Pemerintah menargetkan jangkauan program ini terus meluas. Dengan target lebih dari 30 ribu siswa pada tahun ini, angka tersebut diproyeksikan akan melonjak hingga 100 ribu siswa pada tahun depan. Ambisi besarnya adalah menghadirkan minimal satu Sekolah Rakyat permanen di setiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, yang mampu menampung hingga 1.000 siswa per sekolah.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul juga menyempatkan diri meninjau fasilitas modern yang tersedia, mulai dari perpustakaan hingga penggunaan papan tulis digital (smartboard) di ruang kelas. Ia mengakhiri kunjungannya dengan makan siang bersama para siswa, menyerap aspirasi mereka, dan memberikan semangat untuk terus menjadi agen perubahan bagi keluarga dan bangsa.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul