Kabar Baik Bagi Petani dan Nelayan, Zulhas Siapkan 36 Ribu Kopdes Sebagai Penyangga Harga Saat Anjlok
Minggu, 28 Jun 2026 11:34 WIB
Kabarmalam.com — Angin segar berhembus bagi para petani dan nelayan di pelosok negeri. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan rencana strategis pemerintah untuk mengaktifkan kembali peran koperasi melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Langkah ini diambil guna memastikan harga komoditas pangan seperti gabah dan ikan tetap stabil, terutama saat terjadi lonjakan pasokan yang kerap membuat harga pasar terjun bebas.
Kopdes Sebagai ‘Offtaker’ Sejati di Level Desa
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidak akan berfungsi layaknya supermarket atau toko ritel biasa. Sebaliknya, lembaga ini dirancang sebagai infrastruktur vital pemerintah di tingkat akar rumput yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga rantai pasok. Salah satu tugas krusialnya adalah menjadi offtaker atau pembeli siaga yang siap menyerap hasil bumi rakyat secara langsung.
“Kalau harga gabah berada di bawah harga acuan, atau harga ikan tangkapan nelayan terlalu murah, maka koperasi desa inilah yang akan membeli. Mereka bertindak sebagai pembeli siaga,” ujar Zulhas saat ditemui tim redaksi di sela-sela agenda Jambore Aisyiyah di Tawangmangu, Karanganyar. Strategi ini diharapkan mampu memutus rantai tengkulak yang seringkali merugikan para produsen pangan lokal. Anda bisa memantau perkembangan isu ini melalui pencarian ketahanan pangan di situs kami.
Nantinya, barang-barang yang telah diserap oleh Kopdes akan disalurkan kembali ke lembaga negara terkait sesuai peruntukannya. Untuk komoditas gabah akan diteruskan ke Bulog, sementara hasil laut akan dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program gizi nasional.
Distribusi Bantuan Pemerintah Lebih Tepat Sasaran
Selain menjaga stabilitas harga, sekitar 36.000 Kopdes yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini juga memegang peranan penting dalam pendistribusian berbagai program sosial. Zulhas menekankan bahwa Kopdes akan menjadi pintu masuk utama bagi bantuan pemerintah agar langsung menyentuh masyarakat desa tanpa melalui jalur birokrasi yang berbelit.
Beberapa layanan yang akan dikelola melalui infrastruktur koperasi ini mencakup:
- Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) kepada warga yang berhak.
- Distribusi bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).
- Penyediaan dan distribusi alat-alat pertanian bagi kelompok tani desa.
Persiapan manajer-manajer profesional untuk mengelola puluhan ribu koperasi ini dijadwalkan akan mulai digodok pada Oktober mendatang. Program ini diharapkan menjadi pilar baru dalam memperkuat fondasi ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan.
Komitmen Pembersihan Internal dan Penegakan Hukum
Ambisi besar untuk menyejahterakan petani dan nelayan ini juga dibarengi dengan komitmen pemerintah dalam melakukan pembersihan internal. Menko Pangan menegaskan bahwa Presiden telah mengambil langkah tanpa kompromi terhadap oknum-oknum yang mencoba menyalahgunakan program rakyat, terutama di lingkungan SPPG.
“Manajemennya sudah diganti. Presiden sudah bertindak tegas, siapa pun yang salah diproses hukum. Sekarang fokus utama kita adalah membenahi sistem agar program makan bergizi dan bantuan rakyat lainnya yang sangat sakral ini bisa terus berjalan tanpa gangguan,” pungkas Zulhas. Untuk informasi lebih mendalam mengenai kebijakan Zulkifli Hasan lainnya, tetaplah bersama kami.
Dengan pengaktifan 36 ribu unit Kopdes di tahap awal ini, pemerintah optimis kesejahteraan para pejuang pangan di desa akan lebih terproteksi dari fluktuasi harga yang tidak menentu.