Strategi Masa Tua Thomas Djorghi: Perlahan Menepi dari Panggung Demi Kerajaan Properti
Kamis, 02 Jul 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Sosok Thomas Djorghi selama ini dikenal sebagai ikon yang seolah menolak tua di belantika hiburan Tanah Air. Namun, di balik eksistensinya yang masih terjaga, pria yang telah berkarier selama 41 tahun ini rupanya mulai menyusun strategi transisi. Ia kini lebih banyak menghabiskan waktu di balik layar, bukan sebagai produser, melainkan sebagai pengusaha yang mengelola deretan aset properti miliknya.
Langkah Thomas untuk mulai mengurangi jadwal di panggung hiburan bukan tanpa alasan. Ia memilih untuk terjun langsung memantau perkembangan unit bisnisnya yang meliputi hotel hingga hunian indekos. Kesibukan ini ia akui sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk menjamin stabilitas finansial di masa mendatang.
Membangun Fondasi Sejak Satu Dekade Silam
Investasi di bidang bisnis properti sebenarnya bukan barang baru bagi Thomas. Jauh sebelum tren investasi artis marak seperti sekarang, ia sudah memulai langkahnya dengan mengelola hotel sejak tahun 2010. Hotel tersebut kini telah beroperasi stabil dengan total 17 kamar. Tak berhenti di situ, pada tahun 2024 ini, Thomas kembali melakukan ekspansi dengan merambah bisnis kos-kosan.
“Lagi sibuk biasalah ya, mengurus properti-properti saya. Baik itu hotel maupun kos-kosan,” tutur Thomas saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Ia menjelaskan bahwa saat ini dirinya memiliki 10 pintu kamar kos yang menjadi tambahan portofolio investasinya.
Mencari Ketenangan di Tengah Fluktuasi Industri Hiburan
Thomas secara terbuka membandingkan dinamika bekerja di dunia hiburan dengan bisnis properti. Menurutnya, meski profesi sebagai seniman adalah panggilan jiwa, namun sisi finansialnya memiliki ritme yang tidak menentu. Hal inilah yang mendorongnya untuk memiliki pegangan yang lebih konkret dan tahan banting terhadap perubahan zaman.
“Kalau artis kan kadang syuting, kadang tidak. Tapi untuk kos-kosan atau hotel itu untuk jangka selamanya, akan lebih baik. Bisa dikatakan, apapun cuacanya, bisnis ini akan tetap berjalan dengan baik,” jelas sang pelantun ‘Sembako Cinta’ tersebut.
Cinta yang Tak Pernah Padam pada Seni
Kendati kini lebih fokus menghitung neraca bisnis, Thomas menegaskan bahwa kecintaannya terhadap dunia seni peran dan musik tetap berada di tempat tertinggi dalam hatinya. Baginya, banting stir ke dunia properti hanyalah bentuk kedewasaan dalam mengelola investasi masa tua, sementara jiwa seninya tetap mengalir deras.
Keputusan Thomas Djorghi ini menjadi inspirasi bagi banyak rekan sejawatnya bahwa popularitas harus dibarengi dengan manajemen aset yang cerdas agar masa depan tetap gemilang, meski lampu sorot panggung suatu saat akan meredup.