Ambisi Besar Dinar Candy di Dunia Pelayaran: Rela Puasa Belanja Mewah Demi Ekspansi Kapal Tongkang
Minggu, 21 Jun 2026 21:34 WIB
Kabarmalam.com — Nama Dinar Candy kini tak lagi sekadar identik dengan gemerlap panggung hiburan atau hiruk-pikuk dunia selebritas. Di usianya yang menginjak 32 tahun, perempuan yang dikenal sebagai DJ ini tengah menunjukkan taringnya di dunia bisnis yang jauh lebih menantang dan berisiko tinggi, yakni industri logistik laut. Dinar secara blak-blakan mengungkapkan ambisi besarnya untuk memperkuat fondasi usahanya dengan menambah jajaran armada kapal tongkang miliknya tahun ini.
Ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Dinar menceritakan bahwa fokus utamanya saat ini telah bergeser. Jika dulu ia banyak menghabiskan waktu untuk urusan eksistensi di layar kaca, kini energinya tersedot untuk mengelola perusahaan pelayaran yang sedang ia rintis. Ia mengakui bahwa memiliki satu set armada saja tidaklah cukup untuk memenuhi target jangka panjangnya.
Strategi Keuangan: Investasi di Atas Gaya Hidup
Untuk mewujudkan impian menjadi pemain besar di industri pelayaran, Dinar Candy harus melakukan pengorbanan besar, terutama dalam hal gaya hidup. Ia memilih untuk mengerem kebiasaan konsumtifnya yang selama ini lekat dengan citra artis papan atas. Dinar mengaku mulai mengurangi belanja barang-barang branded, seperti tas mewah, demi menjaga arus kas perusahaannya tetap sehat.
“Uang dari hasil perusahaan benar-benar aku kumpulkan. Sekarang aku lebih selektif, tidak lagi dipakai untuk foya-foya atau belanja tas mahal. Semuanya dialokasikan sebagai modal untuk mengembangkan usaha agar armadanya bisa bertambah,” ungkap Dinar dengan nada serius.
Saat ini, Dinar baru mengoperasikan satu set kapal tongkang. Namun, proses negosiasi dan pencarian armada baru sedang gencar dilakukan. Baginya, menambah kapal bukan sekadar soal memiliki uang, melainkan juga soal momentum dan keberuntungan. “Semoga saja berjodoh, karena membeli kapal itu seperti mencari pasangan, ada unsur kecocokannya juga,” tambahnya sembari berkelakar.
Bukan Pemilik Tambang, Melainkan Penyedia Jasa
Seringkali publik salah kaprah dan menganggap Dinar terjun ke bisnis pertambangan batubara secara langsung. Melalui kesempatan ini, ia memberikan klarifikasi bahwa perannya adalah sebagai penyedia jasa transportasi atau pelayaran. Ia memosisikan diri sebagai penghubung logistik yang mengangkut berbagai komoditas dari satu titik ke titik lainnya.
“Banyak yang mengira ini bisnis batubara, padahal sebenarnya ini murni jasa transportasi laut. Kapal saya digunakan untuk mengangkut muatan milik klien, mulai dari batubara hingga material bangunan lainnya,” jelasnya. Ia memaparkan bahwa kapalnya biasa menarik batubara menuju kapal vessel besar untuk proses ekspor atau distribusi domestik.
Meskipun batubara menjadi komoditas yang memberikan keuntungan paling menggiurkan, armada milik Dinar juga fleksibel untuk mengangkut material lain. Beberapa di antaranya meliputi:
- Pasir untuk proyek konstruksi besar.
- Batu split untuk kebutuhan infrastruktur.
- Batu bata dan material bangunan lainnya.
Analogi ‘Pick-up’ Versi Raksasa di Air
Keputusan Dinar untuk fokus pada jasa transportasi dibandingkan memiliki tambang sendiri didasari oleh perhitungan risiko yang matang. Menurutnya, bisnis perdagangan komoditas seperti batubara memiliki fluktuasi dan risiko yang sangat tinggi. Sebaliknya, jasa penyewaan kapal relatif lebih stabil selama aktivitas logistik terus berjalan.
Dinar memberikan analogi yang menarik untuk menggambarkan lini bisnisnya. Ia mengibaratkan kapal tongkang miliknya sebagai kendaraan pengangkut di daratan, namun dalam skala yang masif.
“Kalau di darat, kapal ini fungsinya mirip mobil pick-up yang biasa angkut sayuran atau barang-barang. Bedanya, ini skalanya di air dan kapasitasnya sangat besar. Saya lebih merasa aman di bisnis alat transportasinya saja,” pungkasnya. Dengan visi yang jelas dan disiplin finansial yang ketat, Dinar Candy tampaknya siap bertransformasi menjadi salah satu pengusaha muda yang diperhitungkan di sektor pelayaran nasional.