Mandra Takjub, Tongkat Estafet Seni Betawi Kini Berada di Tangan Anak Muda yang Lebih Canggih
Minggu, 21 Jun 2026 22:33 WIB
Kabarmalam.com — Wajah seniman kawakan Betawi, Mandra, tak mampu menyembunyikan rona bahagia saat membicarakan masa depan kebudayaan tanah kelahirannya. Bagi sosok yang besar di panggung komedi dan seni peran ini, melihat seni betawi tetap eksis di tengah gempuran modernitas adalah sebuah anugerah, terlebih ketika pelakunya kini didominasi oleh generasi muda yang penuh talenta.
Mandra mengungkapkan bahwa saat ini terjadi pergeseran paradigma yang sangat menarik. Jika dahulu kesenian tradisional seringkali identik dengan ranah para sesepuh atau orang tua, kini realitanya justru sebaliknya. Generasi muda saat ini tampil sebagai garda terdepan dengan kemampuan teknis yang jauh lebih mumpuni, kreatif, dan adaptif dalam mengemas tradisi.
“Pengembangan seni budaya Betawi ini sekarang luar biasa. Kalau dulu dianggap cuma urusan orang sepuh, saya bisa buktikan sekarang mulai dari tari hingga musik Betawi dilakukan oleh anak-anak muda yang lebih canggih, hebat, dan terampil,” ujar Mandra dengan nada bangga saat ditemui di Studio Trans 7, kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan.
Fenomena ini, menurut Mandra, bukan sekadar tren sesaat. Ia mengamati betapa kecerdasan seni sudah mulai nampak sejak usia dini. Bahkan, ia mengaku takjub melihat anak-anak yang baru menginjak usia 10 tahun namun sudah mampu menyerap ilmu budaya tradisional dengan sangat cepat dan presisi. Antusiasme yang masif ini menjadi sinyal positif bahwa akar budaya Betawi tidak akan pernah tercabut dari tanahnya sendiri.
Meski sangat vokal dalam mendukung kemajuan seni, Mandra ternyata memiliki prinsip yang cukup demokratis di dalam lingkup keluarganya. Ia memilih untuk tidak pernah mendikte atau memaksa anak-anaknya untuk mengikuti jejaknya sebagai seniman. Baginya, dedikasi terhadap kesenian Indonesia haruslah tumbuh secara organik dari dalam jiwa.
“Kalau untuk anak-anak, saya tidak pernah memberikan tekanan. Apalagi untuk yang sudah kuliah, mungkin apa yang mereka lihat, itu yang harus mereka pegang. Karena bicara masalah seni itu munculnya harus dari hati sendiri, tidak perlu ada paksaan,” pungkasnya dengan bijak.
Semangat regenerasi yang ditunjukkan oleh anak muda kreatif saat ini memberikan harapan baru bahwa tradisi Betawi akan terus relevan, berkembang, dan tetap memiliki taji di masa depan tanpa harus kehilangan jati dirinya.