Kontroversi Anak Ikut Live Jualan, Pengacara Sarwendah Beri Penjelasan Tegas: ‘Itu Bentuk Kasih Sayang’
Minggu, 21 Jun 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Gelombang kritik tajam tengah menerjang Sarwendah usai dirinya mengunggah permintaan maaf di media sosial. Sorotan tajam netizen tertuju pada keterlibatan buah hatinya, Thalia dan Thania, dalam sesi siaran langsung (live) jualan, serta kedekatan yang dinilai tidak biasa antara anak-anak tersebut dengan Giorgio.
Menanggapi polemik yang kian memanas, tim kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan persepsi publik. Dalam sebuah pertemuan virtual via Zoom belum lama ini, mereka meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menghakimi kliennya hanya berdasarkan potongan video singkat yang beredar di jagat maya.
Meluruskan Batasan dan Keterlibatan Anak
Menurut Chris Sam Siwu, tudingan bahwa tindakan kliennya telah melewati batas adalah sebuah kesimpulan yang prematur. Ia menegaskan bahwa pihak keluarga sangat terbuka untuk memberikan penjelasan secara resmi kepada lembaga terkait jika memang diperlukan demi kepentingan perlindungan anak.
“Jangan langsung disimpulkan hanya dari satu video yang dianggap melebihi batas. Jika memang diperlukan, kita bisa duduk bersama dengan lembaga seperti KPAI misalnya. Kami siap menjelaskan permasalahannya agar tidak ada lagi narasi liar yang menyebut ini sudah kelewat batas,” ungkap Chris memberikan klarifikasi.
Terkait kehadiran anak-anak dalam sesi live tersebut, pihak pengacara menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar dalam konteks interaksi keluarga. Begitu pula dengan kedekatan Giorgio terhadap anak-anak Sarwendah dan Ruben Onsu. Baginya, apa yang terlihat di kamera tak lebih dari sekadar ekspresi kasih sayang yang tulus.
Waspadai Manipulasi Teknologi AI
Selain menangkis kritik soal pola asuh, tim hukum Sarwendah juga menyoroti ancaman baru di era digital, yakni penggunaan kecerdasan buatan atau AI untuk memanipulasi konten video. Mereka menduga ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja mengedit video kliennya untuk menggiring opini negatif.
“Yang justru mengerikan adalah munculnya video-video hasil editan AI. Inilah yang sangat kami hindari. Oleh karena itu, kami akan mengambil langkah penyelesaian secara tertutup untuk menangani masalah ini agar tidak semakin bias di masyarakat,” tambah Chris Sam Siwu.
Di sisi lain, situasi ini kian kompleks mengingat Ruben Onsu sendiri dikabarkan merasa keberatan dan menyayangkan keputusan Sarwendah serta Giorgio yang mengajak kedua putrinya ikut serta dalam aktivitas komersial di siaran langsung tersebut. Polemik ini menjadi pengingat akan tipisnya batasan antara privasi keluarga dan tuntutan konten di era media sosial saat ini.