Dilan Janiyar Tegaskan Hubungan dengan Mantan Suami Hanya Sebatas Kedewasaan demi Anak
Sabtu, 20 Jun 2026 21:34 WIB
Kabarmalam.com — Spekulasi publik mengenai kemungkinan rujuknya selebgram ternama, Dilan Janiyar, dengan sang mantan suami akhirnya terjawab secara lugas. Dalam sebuah kesempatan di Studio Trans TV, kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Dilan memberikan klarifikasi mendalam untuk menepis anggapan bahwa dirinya sedang menjalani proses cinta lama bersemi kembali atau CLBK.
Dilan menekankan bahwa keharmonisan yang terlihat saat ini bukanlah sinyal kembalinya jalinan asmara, melainkan murni sebuah bentuk kedewasaan. Menurutnya, menjalin komunikasi yang baik dengan mantan pasangan adalah hal yang wajar dan tidak seharusnya selalu dikaitkan dengan urusan hati.
Prioritas Buah Hati di Atas Segalanya
“Aku berhubungan baik dengan mantan kan, bukan berarti aku jadi CLBK lagi atau cinlok lagi dong,” ujar Dilan Janiyar dengan nada santai namun tegas, Sabtu (20/6/2026). Ia menjelaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memberikan lingkungan terbaik bagi perkembangan anak-anaknya.
Bagi selebgram yang memiliki basis penggemar cukup besar ini, sosok ayah tetaplah elemen krusial dalam kehidupan seorang anak. Dilan tidak ingin ego pribadi menghalangi kebutuhan emosional buah hatinya untuk tetap mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya secara utuh, meski status pernikahan telah usai.
Hubungan Tanpa Dendam dan Konflik
Menariknya, Dilan mengungkapkan bahwa hubungan mereka saat ini berada di level yang jauh lebih stabil dan netral. Tidak ada lagi nuansa konflik atau keinginan untuk saling menjatuhkan yang sering kali mewarnai hubungan pasca-perceraian.
“Gak ada tendensi yang kayak mengarah ke arah yang kayak masih balas dendam, atau apa segala macam tuh nggak ada. Jadi dua pihak menurut aku udah sama-sama dewasa dan udah sama-sama ikhlas,” tambahnya. Sikap legawa ini dianggap sebagai kunci utama mengapa mereka mampu menjalankan peran sebagai co-parenting dengan sangat baik.
Tanggung Jawab yang Terus Berjalan
Selain keharmonisan komunikasi, Dilan juga menyentuh aspek tanggung jawab materiil. Ia memberikan apresiasi kepada mantan suaminya yang tetap konsisten menjalankan kewajiban memberikan nafkah bagi anak-anak mereka. Tanpa perlu diminta atau dituntut secara hukum, sang mantan suami dinilai memiliki kesadaran tinggi akan perannya sebagai orang tua.
Kisah Dilan Janiyar ini seolah menjadi pesan penting mengenai pentingnya menjaga silaturahmi demi kebahagiaan anak. Kedewasaan dalam menyikapi perpisahan ternyata mampu menciptakan hubungan yang lebih bermakna dan damai bagi semua pihak yang terlibat.