Ruben Onsu Ungkap Peliknya Akses Bertemu Buah Hati: ‘Saya Hanya Ingin Jalan Bareng Anak’
Jumat, 19 Jun 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Duka lara pasca perpisahan rupanya belum sepenuhnya usai bagi presenter kondang Ruben Onsu. Di balik gemerlap panggung hiburan, pria berusia 42 tahun ini menyimpan kerinduan mendalam yang seolah terbentur tembok tinggi saat ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama kedua putri kandungnya, Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu.
Di tengah proses transisi pasca perceraiannya dengan Sarwendah yang sempat menyita perhatian publik, Ruben kini mulai berani menyuarakan isi hatinya. Bagi ayah tiga anak ini, ia tidak menuntut sesuatu yang muluk-muluk. Keinginannya sangat sederhana, yakni bisa menikmati momen privat tanpa sekat dengan buah hatinya.
Kerinduan Seorang Ayah yang Terhambat
Saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ruben tak kuasa menyembunyikan gurat kekecewaan. Ia merasa poin utama dalam pola asuh anak yang ia harapkan hingga kini belum juga tercapai. Ada sebuah jarak emosional dan fisik yang ia rasakan sulit untuk ditembus.
“Yang saya mau sebenarnya sederhana, saya cuma ingin jalan sama anak-anak saya saja. Itu poin yang sampai sekarang belum saya dapatkan. Rasanya kok susah sekali ya untuk sekadar pergi berdua atau bertiga dengan mereka tanpa hambatan,” keluh Ruben dengan nada getir pada Jumat (19/6).
Komitmen Hukum yang Terabaikan
Padahal, jika merujuk pada ketetapan hukum pasca perceraian mereka pada tahun 2024 lalu, urusan pembagian waktu asuh sudah diatur secara gamblang. Pengadilan telah menetapkan jadwal mingguan yang seharusnya ditaati oleh kedua belah pihak demi kepentingan terbaik anak-anak.
Ruben menjelaskan bahwa secara legal, Thalia dan Thania dijadwalkan menghabiskan empat hari bersama ibunya, dan tiga hari sisanya bersama sang ayah. Baginya, kunci dari semua keruwetan ini bukanlah mediasi atau perdamaian baru, melainkan kepatuhan terhadap apa yang sudah diputuskan oleh hukum.
“Sebenarnya tidak perlu ada kata damai lagi, tinggal ikuti saja aturan yang sudah ada. Keputusan pengadilan itu jelas, empat hari bersama beliau (Sarwendah) dan tiga hari bersama saya. Sesimpel itu,” tegas pembawa acara Brownis Trans TV tersebut.
Realita yang Berbeda di Lapangan
Namun, harapan tak selamanya selaras dengan kenyataan. Ruben mengungkapkan bahwa dalam praktiknya, kesepakatan tersebut sering kali berubah-ubah secara mendadak. Ia menganalogikan situasi saat ini seperti jalan yang terus “berbelok-belok”, sehingga jadwal yang seharusnya pasti menjadi tidak menentu.
Kendalanya pun merambah hingga ke institusi pendidikan. Ruben menceritakan pengalamannya saat mencoba menemui putrinya di sekolah. Meski statusnya adalah ayah kandung, ia mengaku masih dipersulit oleh birokrasi perizinan yang mengharuskannya mengantongi restu dari pihak mantan istri terlebih dahulu.
“Kemarin saya mencoba menghubungi untuk bertemu di sekolah, tapi ternyata harus ada persetujuan dulu. Ini yang membuat suasana jadi semakin pelik,” tambahnya.
Langkah Hukum Selanjutnya
Enggan terjebak dalam konflik berkepanjangan yang bisa berdampak pada psikologis anak, Ruben Onsu memilih untuk menyerahkan urusan teknis dan langkah hukumnya kepada sang pengacara, Minola Sebayang. Ia berharap melalui campur tangan profesional, benang kusut terkait hak asuh anak ini bisa segera terurai.
“Nanti biarkan Bang Minola yang memberikan penjelasan lebih detail. Kami sudah mengatur langkah-langkahnya. Insyaallah, mudah-mudahan setelah ini semuanya bisa selesai dan hubungan kami bisa jauh lebih baik demi anak-anak,” tutup Ruben penuh harap.