Tutup Pintu Damai, Erin Tegaskan Harga Diri Tak Bisa Dibeli Usai Difitnah Eks ART
Kamis, 21 Mei 2026 08:34 WIB
Kabarmalam.com — Perseteruan panas antara Rien Wartia Trigina, atau yang populer disapa Erin, dengan mantan asisten rumah tangganya (ART), Herawati, kian meruncing dan memasuki babak baru yang lebih serius. Meski sempat tersiar kabar mengenai tawaran perdamaian dari pihak lawan, Erin dengan langkah tegap memilih untuk menutup pintu rekonsiliasi. Baginya, integritas dan nama baik yang telah ia bangun bertahun-tahun tidak bisa ditukar dengan kesepakatan damai yang dianggapnya semu.
Ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/5/2026) malam, mantan istri Andre Taulany ini mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Ia merasa narasi yang dilemparkan ke publik oleh mantan pekerjanya tersebut telah merusak citranya secara sistematis di mata kolega dan teman-teman dekatnya.
“Maaf, bukannya saya tidak mau berdamai, tapi nama baik saya sudah terlanjur hancur karena fitnah ini. Framing yang dibangun sudah sangat jelek dan sangat memojokkan saya. Teman-teman saya sampai bertanya-tanya, ‘Oh, Erin kok seperti itu ya?’. Ini sudah sangat keterlaluan,” tutur Erin dengan nada tenang namun menyiratkan ketegasan.
Tuduhan Penganiayaan yang Dianggap Absurd
Erin merasa keberatan dengan rentetan tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Herawati sebelumnya mengklaim telah menerima perlakuan kasar yang cukup ekstrem, mulai dari dicakar, dicekik, hingga ditendang. Bahkan, muncul narasi mengenai ancaman menggunakan senjata tajam berupa pisau yang dianggap Erin sebagai fiksi belaka.
“Tuduhan mencakar, mencekik, apalagi menendang dan menodong pisau itu sudah masuk kategori fitnah yang luar biasa. Saya merasa harus mempertahankan keadilan. Jika saya setuju meminta maaf atau berdamai sekarang, itu sama saja saya mengakui melakukan hal-hal keji tersebut. Saya tidak akan membiarkan diri saya difitnah seperti ini,” tegas ibu tiga anak tersebut.
Langkah Hukum dan Bukti CCTV sebagai Senjata Utama
Alih-alih menempuh jalur kekeluargaan, Erin memilih untuk bertarung di koridor hukum demi memulihkan martabatnya. Didampingi oleh tim kuasa hukum, ia telah melayangkan laporan balik ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE.
Erin meyakini bahwa fakta akan berbicara lebih keras daripada sekadar opini di media sosial. Ia mengandalkan rekaman CCTV yang terpasang di setiap sudut rumahnya sebagai bukti kunci untuk mematahkan segala tuduhan Herawati. Ia berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang dengan sengaja melempar fitnah.
Akar Masalah: Pelanggaran Privasi dan Kedisiplinan
Di balik klaim kekerasan yang dilontarkan Herawati, Erin membeberkan sisi lain dari perilaku mantan pekerjanya itu selama bekerja. Ia menyebut bahwa Herawati kerap melakukan pelanggaran privasi keluarga yang serius, seperti memotret anak-anak Erin tanpa izin hingga perilaku indisipliner seperti merokok di dalam area rumah.
Kini, bola panas kasus hukum ini tengah bergulir di kepolisian. Erin berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi membuktikan kebenaran dan memastikan bahwa keadilan tetap tegak di atas segala intimidasi dan tuduhan palsu.