Tepis Tuduhan Penganiayaan, Erin Kantongi Bukti CCTV dan Siap Hadapi Laporan Eks ART
Minggu, 10 Mei 2026 22:04 WIB
Kabarmalam.com — Perseteruan hukum yang melibatkan Rien Wartia Trigina, atau yang akrab disapa Erin, dengan mantan asisten rumah tangganya (ART) kini memasuki babak baru yang semakin sengit. Mantan istri dari komedian Andre Taulany ini dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk menghadapi laporan dugaan penganiayaan yang dilayangkan kepadanya. Tanpa rasa gentar, Erin mengaku telah memegang bukti-bukti kuat yang mampu mematahkan seluruh tuduhan tersebut.
Ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan baru-baru ini, Erin menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Ia meyakini bahwa kebenaran akan segera terungkap melalui rekaman pengawas (CCTV) yang terpasang di kediamannya. Rekaman tersebut diklaim merekam seluruh kejadian sebenarnya dan akan membuktikan bahwa tidak ada tindakan kekerasan seperti yang dituduhkan.
“Sangat siap sekali karena saya punya buktinya semua,” ujar Erin dengan nada penuh keyakinan di hadapan para awak media.
Landasan Hukum dan Pentingnya Pembuktian Medis
Didampingi kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, pihak Erin menegaskan bahwa setiap warga negara harus taat pada mekanisme hukum. Namun, Sunan mengingatkan bahwa sebuah laporan pidana, khususnya terkait penganiayaan, tidak bisa hanya bersandar pada narasi sepihak atau opini publik di media sosial. Menurutnya, kredibilitas laporan tersebut harus diuji melalui bukti medis yang sah.
“Sebagai warga negara yang baik, klien kami tentu akan mengikuti prosedur yang ada. Namun perlu dipahami, informasi mengenai penganiayaan itu harus memenuhi komponen hukum yang jelas. Harus bisa dibuktikan dengan adanya visum dan saksi mata,” tutur Sunan Kalijaga. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya menaruh kepercayaan penuh pada profesionalisme penyidik kepolisian dalam menangani kasus selebriti ini secara presisi.
Melindungi Privasi Keluarga dan Anak
Di balik ketegangan hukum ini, Erin juga menyoroti motif di balik tindakan tegas yang ia berikan kepada mantan pekerjanya tersebut. Ia meminta publik, terutama para ibu, untuk melihat situasi ini secara lebih objektif. Erin menjelaskan bahwa teguran keras yang ia berikan merupakan reaksi spontan seorang ibu demi melindungi privasi dan keamanan anak-anaknya.
“Cobalah pahami posisi saya. Bagaimana perasaan seorang ibu yang rumahnya dijadikan konten tanpa izin, hingga data pribadi anak-anak diunggah ke publik dengan narasi yang tidak pantas? Saya rasa ibu mana pun tidak akan tinggal diam jika privasi anaknya diusik,” ungkap Erin membela diri.
Kronologi dan Laporan Balik
Konflik ini bermula ketika seorang mantan ART bernama Hera melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan ringan pada akhir April lalu. Hera menuding Erin telah melakukan kekerasan fisik menggunakan gagang sapu lidi serta tendangan.
Menanggapi hal tersebut, Erin tidak tinggal diam. Ia membantah keras narasi kekerasan tersebut dan justru melaporkan balik Hera atas dugaan pelanggaran data pribadi. Erin mengklaim bahwa Hera telah bertindak jauh melampaui batas dengan merekam denah rumah hingga menyebarkan foto anak majikan secara ilegal. Dengan bukti CCTV di tangan, Erin optimis laporan terhadap dirinya akan segera menemui titik terang dan membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dalam berita terkini yang tengah viral ini.