Kesaksian Pilu ART Hera: Kenzy Taulany Disebut Dengar Isak Tangis Usai Dugaan Kekerasan oleh Erin
Minggu, 10 Mei 2026 20:33 WIB
Kabarmalam.com — Kasus dugaan kekerasan yang menyeret nama mantan istri Andre Taulany, Erin, kian memanas setelah asisten rumah tangga (ART) bernama Herwati, atau yang akrab disapa Hera, membeberkan fakta baru yang menyentuh hati. Di balik pintu rumah yang seharusnya menjadi tempat bernaung, Hera mengaku menyimpan luka mendalam akibat dugaan penganiayaan yang dialaminya.
Dalam pengakuannya, Hera menyebut bahwa putra Erin, Kenzy Taulany, sempat menjadi saksi bisu dari penderitaannya. Saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Hera mengisahkan bagaimana Kenzy mendengar langsung isak tangisnya sesaat setelah peristiwa kekerasan itu terjadi. Kejadian tersebut meninggalkan trauma tersendiri bagi Hera yang selama ini bekerja di kediaman tersebut.
Inisiatif Sang Anak Menghubungi Sang Ayah
Hera menceritakan momen ketika dirinya merasa benar-benar tak berdaya. Dalam keputusasaan, ia sempat berharap ada perlindungan. Kenzy Taulany, yang saat itu melihat kondisi Hera yang memprihatinkan, rupanya menunjukkan rasa iba yang luar biasa. Tanpa diminta, remaja tersebut berniat mengadukan peristiwa yang menimpa Hera kepada ayahnya, Andre Taulany.
“Dia dengar saya dipukul, saya menangis saat itu,” kenang Hera dengan nada bicara yang masih menyiratkan kesedihan. Hera menegaskan bahwa keinginan untuk melaporkan kejadian itu kepada sang ayah murni berasal dari hati nurani Kenzy, bukan karena paksaannya.
“Waktu saya minta tolong, dia bilang, ‘Nanti saya hubungi Papa saya’. Itu benar-benar inisiatif Mas Kenzy sendiri, mungkin karena dia merasa kasihan melihat kondisi saya. Saya sendiri tidak berani bicara langsung ke ibunya,” tambah Hera.
Penegasan Kuasa Hukum Terkait Keterlibatan Andre Taulany
Melihat bola panas yang terus bergulir, Ernest Hasibuan selaku kuasa hukum Hera, segera memberikan klarifikasi agar tidak terjadi simpang siur informasi. Ia menekankan bahwa inisiatif Kenzy untuk menghubungi Andre Taulany adalah bentuk empati seorang anak terhadap ART-nya, bukan merupakan skenario yang disusun oleh kliennya.
“Bukan atas permintaan Mbak Hera. Beliau hanya dalam posisi kesakitan setelah dipukul, menangis, dan secara refleks meminta bantuan. Namun, tindakan Mas Kenzy yang ingin melapor ke ayahnya adalah pilihannya sendiri,” tegas Ernest.
Lebih lanjut, Ernest juga memberikan catatan penting bahwa kasus ini murni merupakan persoalan hukum antara Hera dengan Erin, dan tidak ada sangkut pautnya dengan Andre Taulany secara pribadi. Fokus utama mereka saat ini adalah memperjuangkan hak dan keadilan bagi seorang pekerja rumah tangga yang diduga menjadi korban kekerasan majikan.
Siap Menghadapi Jalur Hukum
Terkait tantangan atau kemungkinan adanya laporan balik dari pihak Erin, kubu Hera menyatakan tidak akan gentar. Mereka meyakini bahwa bukti-bukti yang dimiliki sudah cukup kuat untuk melanjutkan proses ini di mata hukum. Hera pun sempat menyinggung bahwa jika pihak lawan merasa memiliki bukti lain, ia mempersilakan mereka untuk menempuh jalur yang sama.
“Kami siap menghadapi langkah hukum apa pun dari pihak Ibu Erin. Itu adalah hak mereka, dan kami pun punya hak untuk membela kebenaran serta mencari keadilan bagi Mbak Hera,” pungkas Ernest menutup pembicaraan.