Puncak Lelah Ruben Onsu: Antara Kerinduan Mendalam dan Polemik Hak Asuh yang Kian Pelik
Rabu, 17 Jun 2026 09:33 WIB
Kabarmalam.com — Di balik gemerlap lampu studio dan tawa yang sering ia suguhkan di layar kaca, tersimpan gurat kelelahan yang mendalam pada raut wajah Ruben Onsu. Presenter kenamaan tanah air ini dikabarkan tengah berada di titik jenuh akibat drama konflik rumah tangga dengan Sarwendah yang seolah menemui jalan buntu. Bukan soal harta, kelelahan fisik dan mental Ruben bersumber dari satu hal yang paling mendasar: sulitnya akses untuk memeluk dan menghabiskan waktu bersama buah hatinya.
Titik Nadir Sang Ayah: Antara Rindu dan Ketidakpastian
Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu, membeberkan kondisi psikis kliennya yang kian terpukul. Menurutnya, rasa lelah yang dialami Ruben bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari perjuangan panjang yang kerap membuahkan kekecewaan. Ruben merasa upaya tulusnya untuk menjalin komunikasi dan mendapatkan quality time bersama anak-anaknya selalu terbentur tembok penghalang.
“Sejujurnya, rasa lelah itu sudah ada sejak lama. Ruben sudah mengupayakan berbagai cara agar bisa bertemu dengan anak-anak, namun kenyataannya di lapangan ia seperti ‘dipingpong’. Dilempar ke sana kemari tanpa kejelasan,” ungkap Minola dalam sebuah wawancara virtual yang diikuti oleh tim redaksi kami.
Perasaan Terpinggirkan dalam Pertumbuhan Anak
Sebagai seorang ayah kandung, Ruben Onsu merasa posisinya perlahan mulai terpinggirkan. Momen-momen penting dalam fase pertumbuhan anak yang seharusnya dihadiri oleh kedua orang tua, kini terasa sangat mahal baginya. Ada kesedihan yang mendalam ketika ia merasa tidak lagi diberikan ruang yang cukup untuk terlibat sepenuhnya dalam kehidupan sehari-hari anak-anaknya.
Minola menggambarkan tingkat kerinduan Ruben sudah berada di tahap yang sulit dinalar. Saking besarnya beban mental tersebut, kata-kata seolah tidak lagi mampu mewakili perasaan sang presenter Ruben Onsu saat ini. “Sulit untuk mendeskripsikan seberapa kangen dia. Istilahnya, kangennya sudah tidak tertolong lagi. Itu yang membuatnya sangat tertekan,” tambah Minola.
Polemik Media Sosial dan Kekhawatiran ‘Penggantian’ Peran
Hal lain yang memicu keresahan Ruben adalah munculnya narasi visual di media sosial. Pihak Ruben menyoroti kehadiran sosok-sosok luar yang belakangan sering terlihat bersama anak-anaknya dalam unggahan pihak Sarwendah. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa peran ayah kandung sengaja dikaburkan di mata anak-anak dan publik.
“Yang muncul justru foto-foto pihak sana dengan orang lain bersama anak-anak. Muncul kesan ada upaya untuk menggantikan posisi ayah kandung dengan orang lain yang sebenarnya belum memiliki ikatan hukum atau emosional yang sah. Inilah yang membuat Ruben merasa sangat lelah dan terluka,” tegas Minola dengan nada serius.
Langkah Hukum demi Kepastian Hak Asuh
Keinginan Ruben sebenarnya sangat sederhana. Ia ingin bisa menjalankan peran ayah secara natural, seperti menjemput anak sekolah atau sekadar mengantar mereka tanpa harus melewati birokrasi keluarga yang rumit dan berbelit. Keluh kesah ini hampir setiap saat ia sampaikan kepada tim hukumnya.
Karena komunikasi yang tidak kunjung membaik, pihak Ruben Onsu kini tengah mematangkan persiapan untuk mengajukan gugatan resmi terkait hak asuh anak ke pengadilan. Langkah hukum ini dipandang sebagai jalan terakhir demi mendapatkan jaminan hukum yang pasti. Dengan adanya ketetapan dari pengadilan, Ruben berharap tidak ada lagi drama ‘putar-putar’ jadwal pertemuan, sehingga ia bisa kembali menjalankan tanggung jawab dan haknya sebagai ayah kandung tanpa hambatan di masa depan.