Kondisi Memprihatinkan Ammar Zoni di Nusakambangan, Aditya Zoni Khawatirkan Mental Sang Kakak Terguncang
Selasa, 12 Mei 2026 20:35 WIB
Kabarmalam.com — Kabar mengejutkan datang dari aktor Ammar Zoni yang kini harus kembali mendekam di balik dinginnya jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. Pemindahan yang terkesan mendadak ini menyisakan duka dan kekhawatiran mendalam bagi pihak keluarga, terutama sang adik, Aditya Zoni.
Keluarga Terkejut dengan Pemindahan Mendadak
Aditya Zoni mengungkapkan rasa syok yang luar biasa saat mengetahui sang kakak dipindahkan kembali ke Nusakambangan tak lama setelah menjalani persidangan di Jakarta. Vonis tujuh tahun penjara yang dijatuhkan hakim seolah menjadi beban yang kian berat dengan keputusan pemindahan lokasi penahanan tersebut.
“Tentu kami kaget, sangat kaget. Semuanya terjadi begitu tiba-tiba. Kami tidak menyangka Bang Ammar akan langsung dikirim kembali ke Nusakambangan,” ujar Aditya saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia pun tak henti-hentinya memanjatkan doa agar Ammar Zoni diberikan kekuatan fisik dan mental selama menjalani masa hukuman di sana.
Ruang Sel Sempit dan Minim Sinar Matahari
Ketakutan terbesar Aditya bukanlah sekadar jarak yang jauh, melainkan kondisi nyata di dalam sel yang diceritakan oleh sang kakak. Menurut penuturan Aditya, kondisi fasilitas di sana jauh dari kata nyaman. Ammar disebut harus berbagi ruang di dalam sel yang sangat sempit hingga sulit untuk sekadar meluruskan kaki saat beristirahat.
“Berdasarkan cerita Bang Ammar, ruangannya sangat terbatas. Kalau mau tidur, kakinya harus ditekuk karena tidak muat. Selnya juga tertutup rapat, hampir tidak ada sinar matahari yang masuk ke dalam,” ungkap Aditya dengan nada prihatin. Tidak hanya itu, waktu untuk keluar menghirup udara segar pun sangat dibatasi, hanya sekitar 10 menit dengan intensitas satu atau dua kali saja dalam seminggu.
Hukuman vs Rehabilitasi: Harapan Keluarga
Sebagai seorang adik, Aditya merasa bahwa tempat kakaknya berada saat ini kurang tepat. Ia menegaskan bahwa kakaknya hanyalah seorang pengguna dan korban penyalahgunaan narkoba, bukan seorang bandar atau pengedar yang harus diisolasi di lapas dengan pengamanan super ketat.
“Bang Ammar itu cuma salah jalan, dia pengguna. Harusnya dia direhabilitasi agar pulih secara mental dan psikis, bukan malah dibawa ke sana. Saya sangat kecewa dan khawatir mentalnya akan semakin terpuruk,” lanjutnya. Pihak keluarga kini tengah berupaya melakukan berbagai cara legal agar Ammar Zoni bisa dipindahkan kembali ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang lebih manusiawi.
Menanti Izin untuk Menjenguk
Hingga saat ini, akses komunikasi dan kunjungan masih menjadi kendala utama bagi keluarga. Aditya berharap ada kemudahan akses dari pihak berwenang maupun Kementerian Hukum dan HAM agar keluarga bisa memantau kondisi kesehatan Ammar secara langsung.
“Saya ingin sekali bertemu, ingin tahu kondisi nyatanya seperti apa di sana. Saya berharap pihak petugas atau pemerintah bisa mempermudah akses bagi kami untuk menjenguk. Kami tidak akan tinggal diam dan terus berusaha yang terbaik untuk Bang Ammar,” tutup Aditya dengan penuh harap.