Nostalgia Pahit-Manis Cherrybelle, Anisa Rahma Akhirnya Bongkar Rahasia di Balik Keluarnya Sarwendah
Sabtu, 13 Jun 2026 19:03 WIB
Kabarmalam.com — Sosok Sarwendah belakangan ini memang tak pernah sepi dari sorotan kamera. Di tengah berbagai dinamika kehidupan pribadinya yang sedang menjadi buah bibir, publik seolah ditarik kembali ke masa lalu, tepatnya pada memori pahit saat sang artis secara mengejutkan hengkang dari girlband yang membesarkan namanya, Cherrybelle.
Hubungan Personal yang Tetap Hangat
Menanggapi riuhnya pembicaraan netizen, Anisa Rahma, salah satu mantan personel ikonik Cherrybelle, akhirnya memberikan klarifikasi. Anisa menegaskan bahwa secara personal, hubungannya dengan istri Ruben Onsu tersebut tetap terjalin harmonis tanpa ada gesekan berarti.
“Sejak dulu saya dan Wendah benar-benar tidak ada masalah apa pun. Kalau dalam sebuah grup ada konflik kecil atau cekcok antar member, saya rasa itu hal yang sangat manusiawi dan biasa terjadi. Saya pun pernah mengalaminya dengan teman-teman lain, tapi pada akhirnya kita semua tetap berteman baik,” ungkap Anisa Rahma saat ditemui awak media di kawasan Polda Metro Jaya.
Anisa juga membagikan momen menyentuh yang menunjukkan betapa kuatnya ikatan mereka meski sudah tidak lagi dalam satu panggung. Belum lama ini, keduanya sempat bertukar kabar untuk saling memberikan dukungan moral atas ujian hidup yang sedang mereka hadapi masing-masing.
“Kemarin Wendah sempat chat, tanya kabar saya. Saya juga tanya balik kondisi dia saat ini. Dia perhatian sekali, bahkan tanya soal musibah kebakaran yang sempat saya alami. Kita intinya saling menyemangati, ‘Semangat ya sayang,’ begitu katanya,” imbuh Anisa dengan nada haru.
Keputusan Mutlak di Tangan Manajemen
Terkait polemik keluarnya Sarwendah dari formasi Cherrybelle yang sempat memicu berbagai spekulasi miring, Anisa Rahma memberikan pandangan dari sudut pandang internal. Menurutnya, keputusan tersebut bukanlah hasil dari kesepakatan antar anggota, melainkan murni kebijakan dari pihak manajemen.
“Saya melihatnya saat itu manajemen pasti punya pertimbangan tersendiri mengapa akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan Wendah. Itu sepenuhnya adalah hak prerogatif manajemen,” jelasnya.
Anisa mengenang betapa cepatnya proses transisi tersebut terjadi. Para personel lain bahkan tidak dimintai pendapat atau persetujuan, melainkan hanya diberikan pengumuman resmi yang bersifat final.
“Prosesnya sangat cepat sekali saat itu. Kami tidak dimintai persetujuan, lebih kepada pemberitahuan resmi. Manajemen bilang, ‘Kami punya keputusan seperti ini, kalian harus siap ya, nanti akan ada yang kami keluarkan,'” kenang Anisa menirukan instruksi pihak manajemen kala itu.
Kepasrahan Para Member
Sebagai talenta yang bernaung di bawah payung agensi, Anisa dan kawan-kawan mengaku tidak memiliki kekuatan untuk mengintervensi keputusan tersebut. Rasa kehilangan tentu ada, namun profesionalisme menuntut mereka untuk terus melangkah.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Saat itu hanya bisa pasrah dan berpikir, ‘Oh begitu, berarti personel kita berkurang dong.’ Semuanya memang sudah diatur sedemikian rupa oleh manajemen,” pungkas Anisa menutup pembicaraan.
Kini, meskipun jalan karier mereka telah berbeda arah, dukungan antar mantan anggota tetap menjadi bukti bahwa persahabatan yang tulus mampu melampaui segala hiruk-pukuk industri hiburan.