Strategi Cerdas Mayang Luciana Siasati Lonjakan Harga BBM, Pilih Beralih ke Kendaraan Listrik!
Jumat, 12 Jun 2026 22:33 WIB
Kabarmalam.com — Gelombang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang tengah terjadi di tanah air rupanya tak luput dari perhatian Mayang Luciana. Publik figur yang juga adik dari mendiang Vanessa Angel ini secara blak-blakan mengungkapkan rasa terkejutnya saat mendapati perubahan harga yang cukup signifikan di papan pengumuman SPBU.
Ditemui usai menjalani rutinitasnya mengisi sebuah acara di Studio Brownis Trans TV di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Mayang berbagi keluh kesahnya. Ia merasa dampak dari kenaikan harga BBM tersebut sangat terasa bagi mobilitas hariannya yang padat.
Kaget Lihat Angka di SPBU
“Terdampak pasti. Baru banget aku lihat, wow, Pertamax naik ya. Dari Rp 12 ribu sekarang jadi Rp 16 ribu. Kaget, apalagi nih habis ini yang naik? Takut juga jadinya,” ungkap Mayang dengan nada cemas saat berbincang dengan awak media, Jumat (12/6/2025).
Kenaikan yang menyentuh angka Rp 4.000 per liter tersebut diakui Mayang cukup mengguncang manajemen pengeluarannya. Namun, alih-alih hanya mengeluh, mahasiswa yang aktif sebagai publik figur ini ternyata sudah menyiapkan langkah antisipatif sejak jauh-jauh hari agar kondisi finansialnya tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.
Beralih ke Mobil Listrik Sebagai Solusi Hemat
Menghadapi tantangan biaya hidup yang kian meningkat, Mayang memilih untuk lebih rasional dalam memilih moda transportasi. Meski masih memiliki kendaraan konvensional, ia kini jauh lebih sering mengandalkan mobil listrik untuk menunjang aktivitasnya di ibu kota.
“Aku punya mobil bensin juga, ada mobil listrik juga. Jadi memang aku sekarang lebih sering pakai mobil listrik. Kalau untuk mobil bensin aku memang sudah jarang pakai lah,” jelasnya memberikan solusi konkret atas kenaikan biaya bahan bakar.
Mayang juga menegaskan bahwa keputusannya menggunakan kendaraan berbasis baterai bukanlah reaksi spontan atas kenaikan harga BBM yang baru saja terjadi. Ia telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan ini sejak beberapa bulan yang lalu karena melihat berbagai keuntungan jangka panjang yang ditawarkan.
Efisiensi dan Kemudahan Mobilitas Mahasiswa
Bagi Mayang, kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan fungsional. Selain lebih ramah di kantong karena biaya pengisian daya yang jauh lebih murah dibanding bensin, ada faktor praktis lainnya yang memudahkannya sebagai seorang mahasiswi.
“Aku punya mobil listrik itu sudah dari tiga atau empat bulan yang lalu. Selain lebih hemat, keuntungan lainnya adalah bebas ganjil genap. Mobil listrik aku kan ukurannya mungil ya, jadi kalau untuk parkir di kampus itu gampang banget, nggak ribet,” tambahnya dengan antusias.
Simpati untuk Para Pejuang Cuan
Di akhir percakapan, Mayang Luciana tak lupa memberikan sentuhan empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Ia menyadari bahwa tidak semua orang memiliki privilese untuk beralih ke kendaraan listrik dalam waktu singkat.
“Perekonomian sekarang lagi terasa anjlok banget. Kasihan juga para pejuang cuan di luar sana, kalau lihat harga BBM naik tuh kadang suka sedih juga. Harapan aku, semoga ekonomi di Indonesia bisa segera membaik dan harga BBM bisa kembali normal agar beban masyarakat berkurang,” pungkasnya menutup pembicaraan.