Ketenangan Amy Qanita Terusik, Ungkap Fakta di Balik Terseretnya Nama Raffi Ahmad dalam Kasus Bea Cukai
Sabtu, 13 Jun 2026 18:04 WIB
Kabarmalam.com — Gelombang pemberitaan yang menyeret nama Raffi Ahmad dalam pusaran dugaan kasus suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akhirnya memancing reaksi dari sang ibunda, Amy Qanita. Wanita yang akrab disapa Mama Amy ini tak menampik bahwa ketenangannya sempat terusik saat melihat nama putra sulungnya mendadak viral di berbagai platform media sosial terkait persoalan hukum yang melibatkan PT Blueray Cargo.
Munculnya nama sosok yang dijuluki ‘Sultan Andara’ dalam persidangan mengenai pengiriman barang elektronik ilegal dari Amerika Serikat tersebut memang sempat mengejutkan publik. Amy mengaku, sebagai orang tua, respons pertamanya adalah mencoba menelaah kebenaran informasi tersebut secara mandiri melalui literasi digital sebelum akhirnya meminta penjelasan langsung dari pihak keluarga terdekat.
Langkah Cepat Amy Qanita Menelusuri Kebenaran
“Awalnya sempat melihat di media sosial, ada rasa was-was, ini ada apa sebenarnya? Saya langsung browsing dan mencari tahu detail kasusnya agar tidak salah paham,” ungkap Amy Qanita saat memberikan keterangan di kawasan Jakarta Selatan. Ia menyadari bahwa di era keterbukaan informasi, narasi bisa berkembang liar jika tidak segera dikonfirmasi kepada sumbernya langsung.
Setelah mendapatkan gambaran umum mengenai kasus yang sedang berjalan, Amy segera menghubungi Raffi Ahmad dan menantunya, Nagita Slavina. Langkah ini diambilnya guna memastikan kronologi yang sebenarnya dan menghindari distorsi informasi yang beredar di masyarakat luas.
“Saya langsung bertanya ke Raffi, dia menjelaskan semuanya. Lalu saya telepon Gigi juga, dan Gigi menceritakan kronologi detailnya. Setelah mereka menceritakan semuanya, barulah perasaan saya menjadi tenang dan lega,” tambahnya dengan nada yang lebih santai.
Keyakinan Sang Ibu: Raffi Tak Paham Urusan Gadget Ilegal
Bagi Amy Qanita, tuduhan yang menyebutkan Raffi Ahmad terlibat dalam pemesanan laptop atau barang mewah melalui jalur ilegal terasa sangat janggal di telinganya. Ia sangat mengenal karakter putranya yang memiliki jadwal kerja yang padat dan jarang menyentuh urusan teknis belanja barang elektronik, apalagi jika harus menempuh jalur yang melanggar aturan Bea Cukai.
“Sejujurnya, sejak awal saya tidak berpikir itu mungkin terjadi. Rasanya tidak masuk akal jika Raffi sengaja memesan laptop lewat cara-cara seperti itu. Dia bukan tipe orang yang terlalu paham atau mau repot dengan urusan belanja gadget yang rumit,” tegas Amy meyakinkan.
Titik Awal Kesalahpahaman dari New York
Keterlibatan nama Raffi Ahmad dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) seorang saksi di pengadilan memang bermula dari adanya komunikasi terkait penitipan barang elektronik berupa iPhone dan laptop dari Amerika Serikat menuju Indonesia. Namun, pihak Raffi Ahmad yang didampingi oleh pengacara kondang Hotman Paris telah memberikan klarifikasi yang sangat tegas.
Diketahui bahwa pertemuan Raffi dengan pihak PT Blueray terjadi secara tidak sengaja di New York usai dirinya menyelesaikan ajang maraton. Foto bersama yang diambil saat itu murni atas dasar permintaan pegawai perusahaan kargo tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada publik figur, tanpa adanya transaksi bisnis maupun pengiriman barang ilegal seperti yang dituduhkan. Dengan penjelasan yang gamblang ini, Amy Qanita berharap masyarakat tidak lagi termakan spekulasi negatif terhadap putranya.