Klarifikasi Terbuka Evan Marvino: Dari Prahara KDRT Hingga Isu Perselingkuhan dalam Rumah Tangganya
Minggu, 21 Jun 2026 05:33 WIB
Kabarmalam.com — Badai yang sempat mengguncang rumah tangga aktor Evan Marvino dan istrinya, Uffridatun Nitami atau yang akrab disapa Tami, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat menjadi konsumsi publik akibat berbagai tudingan miring, Evan memutuskan untuk buka suara dan memberikan klarifikasi mendalam demi meluruskan simpang siur yang beredar di jagat maya.
Melalui sebuah pernyataan emosional di akun media sosial pribadinya, ayah dua anak ini menegaskan bahwa dirinya dan Tami telah bersepakat untuk menata kembali mahligai rumah tangga mereka yang telah berjalan selama lima tahun. Namun, di balik keputusan untuk rujuk tersebut, Evan merasa perlu meluruskan tiga poin krusial yang sempat menyudutkan namanya: tudingan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), masalah nafkah, hingga isu orang ketiga.
1. Pengakuan Atas Emosi yang Meluap: Antara Khilaf dan Refleks
Menanggapi dugaan KDRT yang santer dibicarakan, Evan dengan tegas membantah adanya tindakan fisik yang dilakukan dengan sengaja untuk melukai istrinya. Meski demikian, ia tidak menampik adanya insiden pelemparan barang yang dipicu oleh tensi perdebatan yang memanas.
“Saya bertanggung jawab penuh atas ucapan saya. Pada malam kejadian, tidak ada tindakan fisik serius kepada istri saya. Yang terjadi adalah luapan emosi sesaat di mana saya melempar kipas angin plastik ke arah depan istri saya,” ungkap Evan. Sialnya, serpihan kipas yang pecah saat menghantam lantai justru memantul dan mengenai tangan Tami hingga menimbulkan luka.
Aktor bernama asli Ivan Sigit Pratama ini juga mengakui sempat melempar kursi ke arah cermin karena merasa buntu saat berdiskusi. Ia mengaku khilaf dan sempat mendorong istrinya dari tempat tidur di tengah perdebatan sengit dengan nada tinggi. Terkait lebam yang dialami Tami, Evan menjelaskan bahwa hal itu kemungkinan terjadi karena cengkeraman tangannya yang terlalu kuat saat berusaha menarik sang istri untuk tetap berkomunikasi.
2. Meluruskan Definisi Nafkah: Sandang, Pangan, dan Papan
Poin kedua yang menjadi sorotan adalah keluhan Tami mengenai nafkah. Evan memberikan perspektif berbeda mengenai kewajibannya sebagai kepala keluarga. Menurutnya, selama ini ia tetap memegang teguh tiga pilar utama nafkah rumah tangga.
“Sejak awal menikah, saya memang tidak memberikan nafkah dalam bentuk uang jatah bulanan yang dipegang langsung oleh istri. Namun, saya memastikan kebutuhan sandang seperti pakaian layak dan skincare, pangan yang terbaik, hingga papan berupa tempat tinggal yang nyaman untuk anak dan istri selalu terpenuhi bahkan lebih dari cukup,” jelasnya.
Baginya, pemenuhan segala kebutuhan fasilitas hidup merupakan bentuk tanggung jawab nyata, meskipun mekanisme pemberiannya tidak melalui uang tunai bulanan seperti yang diharapkan oleh sang istri pada saat itu.
3. Teka-teki Sosok ‘Icha’ dan Isu Perselingkuhan
Terakhir, Evan mengklarifikasi isu kehadiran orang ketiga yang menyeret nama seorang wanita bernama Icha. Ia menegaskan bahwa hubungan tersebut murni kesalahpahaman. Icha, menurut Evan, adalah kawan lamanya sejak tahun 2012, jauh sebelum dirinya terjun ke industri hiburan.
“Saat kondisi rumah tangga saya sedang penuh perdebatan selama sebulan terakhir, dia muncul dan kami sekadar bertukar kabar. Saya sempat menjemputnya untuk mengantar pulang, dan di perjalanan memang kami bercerita tentang kondisi rumah tangga saya yang sedang tidak baik-baik saja,” akunya jujur.
Evan menekankan bahwa tidak ada hubungan spesial di antara mereka. Hal ini pun telah dibuktikan secara langsung oleh Tami dan pihak keluarganya yang sempat menemui Icha untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut. Pertemuan tersebut mengakhiri kecurigaan dan memastikan bahwa kabar perselingkuhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Kini, dengan hati yang lebih tenang, Evan Marvino berharap doa dari para penggemar dan masyarakat agar rumah tangganya bisa kembali harmonis. Pengalaman pahit ini ia jadikan pelajaran berharga untuk menjadi sosok suami dan ayah yang lebih bijaksana dalam mengelola emosi serta komunikasi di masa depan.