Ikuti Kami
kabarmalam.com

Luqman Podolski Dobrak Stigma Hari Ayah Lewat Single ‘Ayah’, Potret Realitas Luka yang Terpendam

Darman | kabarmalam.com
Minggu, 21 Jun 2026 19:04 WIB
Luqman Podolski Dobrak Stigma Hari Ayah Lewat Single 'Ayah', Potret Realitas Luka yang Terpendam

Kabarmalam.com — Peringatan Hari Ayah biasanya identik dengan narasi penuh haru tentang perjuangan, pengabdian, dan kasih sayang tak terhingga dari seorang kepala keluarga. Namun, musisi berbakat asal Malaysia, Luqman Podolski, memilih jalan yang lebih berani dan jujur untuk memaknai momen ini. Bertepatan dengan perayaan Hari Ayah, penyanyi sekaligus pencipta lagu ini meluncurkan karya teranyarnya yang bertajuk “Ayah”.

Lagu yang lahir dari tangan dingin Kim Manul ini dirilis di bawah naungan label rekaman Sony Music Malaysia. Berbeda dengan mayoritas lagu bertema serupa yang cenderung mengagungkan peran ayah, Luqman justru membedah sisi lain yang sering kali dianggap tabu atau disembunyikan rapat-rapat oleh masyarakat. Lewat petikan liriknya, ia menyoroti realitas pahit tentang dampak emosional yang dialami oleh seorang anak akibat kegagalan figur ayah dalam menjalankan perannya di dalam keluarga.

Baca Juga  Detik-detik Mario Aji Alami Kecelakaan di Moto2 Amerika, Posisinya Tercecer Jauh!

Bukan Sekadar Lagu, Melainkan Ruang untuk Bersuara

Karya ini bukan sekadar luapan emosi tanpa dasar, melainkan sebuah refleksi mendalam atas pengalaman nyata yang banyak dialami oleh orang-orang di sekitar kita. Meski tema ini terasa sensitif bagi sebagian kalangan, Luqman meyakini bahwa menyuarakan kejujuran adalah bagian penting dari proses penyembuhan luka batin.

“Tidak semua orang beruntung memiliki memori yang indah saat tumbuh bersama ayah mereka. Ada yang justru tumbuh besar dengan membawa luka, rasa kecewa, serta kenangan pahit yang sulit untuk dihapus dari ingatan,” ungkap Luqman dalam keterangan resminya yang diterima oleh redaksi Kabarmalam.com.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran lagu ini bukan bertujuan untuk menyudutkan atau menyalahkan pihak mana pun secara personal. Sebaliknya, Luqman Podolski ingin memberikan ruang aman bagi mereka yang selama ini merasa terasingkan oleh narasi-narasi kebahagiaan keluarga yang seragam di media sosial. Ia ingin mereka tahu bahwa perasaan sakit itu valid dan mereka tidak sendirian.

Baca Juga  Sentuhan Empati Matheo In Rio Lewat Single 'Karena Kau Wanita', Dedikasi untuk Ketulusan Hati Perempuan

Seni Sebagai Medium Rekaman Realitas

Dalam perspektif industri kreatif, langkah yang diambil penyanyi asal negeri jiran Malaysia ini membuktikan bahwa fungsi seni telah bergeser. Musik tidak lagi hanya berfungsi sebagai hiburan pengantar tidur atau penghias pesta, tetapi juga sebagai medium untuk merekam konflik emosional dan persoalan hidup yang kompleks.

Melalui single “Ayah”, Luqman berhasil membuka gerbang diskusi mengenai urgensi kesehatan mental dan dinamika keluarga yang sering kali dipendam. Lagu ini menjadi cermin bagi realitas kehidupan yang ada, sekaligus suara bagi mereka yang selama ini suaranya tersumbat oleh norma sosial yang menuntut kesempurnaan dalam sebuah hubungan orang tua dan anak.

Karya ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak musisi untuk tidak takut mengeksplorasi tema-tema manusiawi yang mungkin tidak selalu berujung pada akhir yang bahagia, namun sangat relevan dengan apa yang dirasakan oleh pendengarnya secara nyata.

Baca Juga  Rahasia Wangi 'Habis Mandi' Dustin Tiffani: Ritual Grooming yang Diatur Sang Istri
Tentang Penulis
Darman
Darman