Tepis Isu Miring, Pengacara Sarwendah Buka Suara Soal Pembagian Harta dan Tuduhan Eksploitasi Anak
Minggu, 21 Jun 2026 18:33 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah pusaran isu yang tak kunjung reda, pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Chris, akhirnya memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan berbagai kabar miring terkait pembagian harta hingga tudingan eksploitasi anak yang belakangan menyudutkan kliennya.
Dalam sebuah sesi wawancara daring baru-baru ini, Chris menekankan bahwa persoalan mengenai harta bersama antara Sarwendah dan Ruben Onsu sebenarnya telah tuntas. Kesepakatan di antara kedua belah pihak sudah tercapai tanpa ada sengketa yang berarti di balik layar.
“Harta A untuk Sarwendah, harta B untuk Ruben. Semuanya sudah jelas, termasuk rumah yang saat ini mereka tempati. Meskipun rumah tersebut statusnya masih dalam masa cicilan, secara hukum dan kesepakatan sudah menjadi hak Sarwendah,” ujar Chris menjelaskan detail pembagian tersebut.
Prioritas Utama: Masa Depan Sang Buah Hati
Menariknya, Chris mengungkapkan bahwa Sarwendah tidak berniat menguasai aset tersebut untuk kepentingan pribadi. Mantan personel Cherrybelle itu berkali-kali menegaskan bahwa seluruh hasil jerih payahnya, termasuk rumah mewah tersebut, didedikasikan sepenuhnya untuk masa depan anak-anak mereka.
“Sarwendah memastikan kepada saya bahwa semua aset yang ia terima hanya untuk anak. Dia ingin menjamin kehidupan anak-anaknya tetap stabil, terutama rumah yang menjadi tempat bernaung mereka,” tambahnya. Hal ini seolah menjawab keraguan publik mengenai motif di balik pembagian aset keluarga selebritas tersebut.
Menjawab Tudingan Eksploitasi Anak dalam Siaran Langsung
Selain soal harta, Chris juga memberikan pembelaan terkait aktivitas Sarwendah yang sering melakukan pekerjaan dan siaran langsung (live streaming) dari rumah. Beberapa pihak sempat melayangkan kritik pedas, menyebut kehadiran anak-anak dalam siaran tersebut sebagai bentuk eksploitasi demi mengejar rating atau popularitas.
Namun, Chris membantah keras anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusan Sarwendah bekerja dari rumah justru didasari keinginan untuk tetap dekat dengan anak-anaknya. Dengan bekerja di lingkungan rumah, sang ibu bisa tetap mengawasi dan berinteraksi dengan buah hatinya kapan saja.
“Jangan dipelintir seolah-olah anak dijadikan senjata untuk menaikkan penonton. Sama sekali tidak ada skenario seperti itu. Anak-anak memang tinggal di sana, jadi wajar jika mereka muncul secara natural. Mereka adalah ‘bos’ di rumah itu, tidak ada pengekangan,” tegas Chris. Ia menambahkan bahwa eksploitasi anak didefinisikan jika ada unsur paksaan, sementara dalam kasus ini, anak-anak masuk ke area kerja ibunya atas kemauan sendiri tanpa paksaan skrip.
Kasih Sayang Tanpa Batas 24 Jam
Chris menggambarkan suasana rumah yang hangat, di mana anak-anak merasa nyaman karena bisa menemui ibunya setiap saat, bahkan ketika Sarwendah sedang sibuk mencari nafkah. Baginya, melihat sang ibu bekerja justru memberikan rasa aman bagi anak-anak bahwa mereka selalu didukung secara finansial maupun emosional.
“Kurang bahagia apa anak-anak di sana? Mereka bisa melihat ibunya bekerja keras untuk mereka tepat saat mereka bangun tidur, bahkan di tengah malam sekalipun. Perhatian Sarwendah terhadap anak-anaknya tidak pernah berkurang sedikit pun, ia memberikan waktunya 24 jam penuh sebagai seorang ibu,” tutup Chris mengakhiri klarifikasi mengenai konflik keluarga yang sempat memanas tersebut.