Strategi Jitu Satgas Gakkum Lundup Selamatkan Rp 1 Triliun Uang Negara, DPR: Kinerja Luar Biasa!
Senin, 29 Jun 2026 20:34 WIB
Kabarmalam.com — Upaya pemerintah dalam membendung arus impor ilegal di tanah air menunjukkan taringnya. Satuan Tugas Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Penyelundupan (Satgas Gakkum Lundup) Dittipideksus Bareskrim Polri berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyelamatkan keuangan negara hingga menyentuh angka fantastis, yakni hampir Rp 1 triliun.
Langkah progresif yang diambil oleh tim khusus di bawah naungan Bareskrim ini menuai pujian luas, termasuk dari kalangan legislatif. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, secara terbuka menyatakan apresiasi tertingginya atas respons cepat dan taktis yang diperlihatkan korps bhayangkara dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
Gerak Cepat Menindaklanjuti Instruksi Presiden
Menurut Habiburokhman, efektivitas kerja Satgas Gakkum Lundup terlihat dari betapa singkatnya waktu yang dibutuhkan untuk mengeksekusi perintah Kepala Negara. Hanya dalam kurun waktu empat hari setelah instruksi Presiden RI dikeluarkan, Polri langsung bergerak membedah simpul-simpul penyelundupan yang selama ini merugikan kas negara.
“Saya selaku Ketua Komisi III DPR RI memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan acungan jempol kepada Polri. Ini adalah kerja nyata yang berdampak besar bagi stabilitas ekonomi nasional. Keberhasilan mengungkap berbagai kasus kelas kakap ini patut menjadi catatan emas bagi institusi Polri,” ujar Habiburokhman dalam keterangannya kepada media.
Rincian Kasus: Dari Gadget hingga Tekstil
Keberhasilan penyelamatan uang negara senilai hampir Rp 1 triliun tersebut bersumber dari beberapa sektor krusial yang selama ini menjadi celah bagi para penyelundup. Berikut adalah rincian pengungkapan besar yang dilakukan oleh Satgas:
- Penyelundupan Gadget: Petugas berhasil mengamankan sekitar 57 ribu unit ponsel pintar (iPhone dan Android). Potensi kerugian negara dari sektor ini ditaksir mencapai Rp 253 miliar.
- Penyelundupan Pangan: Satgas juga membongkar praktik impor bawang ilegal seberat 25 ton. Langkah ini dianggap krusial karena berkaitan langsung dengan kedaulatan pangan dan perlindungan terhadap kesejahteraan petani lokal.
- Penyelundupan Tekstil: Kasus impor pakaian bekas menjadi salah satu penyumbang angka terbesar dengan perputaran uang yang mencapai Rp 669 miliar.
Habiburokhman menegaskan bahwa Komisi III DPR RI akan terus berada di garda terdepan untuk mendukung penuh langkah tegas tanpa kompromi ini. Ia berharap agar momentum pemberantasan barang penyelundupan ini tidak mengendur dan terus dikejar hingga ke akar-akarnya.
Komitmen Jangka Panjang Menuju Stabilitas Ekonomi
Sebagaimana diketahui, Satgas Gakkum Lundup ini dibentuk langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada April 2026. Pembentukan unit ini merupakan pengejawantahan dari visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penindakan impor ilegal sebagai prioritas utama guna melindungi industri dalam negeri.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan bahwa keberhasilan selama dua bulan terakhir ini adalah bukti komitmen Polri dalam menegakkan hukum di sektor perdagangan. “Penegakan hukum ini adalah bentuk komitmen nyata kami dalam memastikan seluruh aktivitas importasi di Indonesia berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku demi melindungi kepentingan bangsa,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan lembaga legislatif, diharapkan aksi bersih-bersih jalur perdagangan ini dapat terus berkelanjutan guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif bagi pengusaha lokal.