Tragedi dr Icha: Gubernur NTT Laka Lena Desak Penuntasan Kasus Dugaan Intimidasi oleh Oknum DPRD TTU
Senin, 29 Jun 2026 16:34 WIB
Kabarmalam.com — Tabir gelap yang menyelimuti kematian tragis dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa dr. Icha, kini memicu reaksi keras dari pimpinan tertinggi Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena secara tegas memberikan instruksi agar aparat penegak hukum mengupas tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya, guna memberikan keadilan bagi sang tenaga medis yang meninggal dalam kondisi memilukan.
Kematian dr. Icha yang diduga akibat bunuh diri tersebut menyimpan narasi pedih tentang kesehatan mental dan tekanan kerja. Kabar yang berkembang menyebutkan bahwa korban terjebak dalam depresi berat setelah diduga mendapatkan perlakuan intimidasi dari tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Utara (TTU). Mereka yang terseret dalam pusaran kasus ini adalah Veronika Lake (Fraksi PDIP), Norbertus Bani (Fraksi PKB), dan Thrensius Lazakar (Fraksi Golkar).
Komitmen Gubernur Terkait Perlindungan Tenaga Medis
Laka Lena tidak tinggal diam melihat peristiwa ini. Menurutnya, tindakan intimidasi terhadap tenaga kesehatan adalah pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan hukum yang berlaku. “Siapa pun yang terlibat dalam rentetan peristiwa ini harus bertanggung jawab secara hukum,” tegas Laka Lena dalam pernyataannya. Beliau menekankan bahwa kehormatan profesi medis tidak boleh diinjak-injak oleh kepentingan politik atau ego personal.
Ia juga mengingatkan kembali bahwa perlindungan terhadap tenaga medis dan nakes sudah diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang Kesehatan. Selama mereka menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), intimidasi dalam bentuk apa pun adalah tindakan kriminal yang bisa dipidana. Gubernur NTT tersebut berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini agar berjalan secara transparan dan akuntabel tanpa ada intervensi dari pihak mana pun.
Langkah Penyelidikan Kepolisian
Saat ini, kasus kematian dr. Icha sudah berada di bawah penanganan serius pihak berwajib. Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, mengonfirmasi bahwa tim penyidik sedang bekerja keras melakukan penyelidikan mendalam untuk merangkai fakta-fakta di balik keputusan tragis sang dokter.
Penyidik dikabarkan tengah mendalami keterangan dari para saksi kunci untuk menentukan apakah ada pihak lain yang turut memicu tekanan mental terhadap dr. Icha selain ketiga anggota dewan tersebut. Masyarakat NTT kini menanti kepastian hukum agar tragedi serupa tidak kembali terulang bagi para pejuang kesehatan yang mengabdi di garda terdepan. Keadilan untuk dr. Icha bukan sekadar tuntutan keluarga, melainkan marwah bagi seluruh tenaga medis di Indonesia.