Tragedi di Lereng Kledung: Satu Keluarga Asal Ambarawa Tewas Saat Kamping, Termasuk Mahasiswa UGM
Kamis, 28 Mei 2026 17:04 WIB
Kabarmalam.com — Keheningan di kawasan wisata Temanggung, tepatnya di wilayah Kledung, mendadak berubah menjadi duka mendalam. Sebuah rencana liburan keluarga yang seharusnya dipenuhi tawa, berakhir memilukan setelah empat orang anggota keluarga ditemukan tak bernyawa di dalam tenda kamping mereka pada Rabu (27/5) sore.
Keempat korban yang merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang ini teridentifikasi sebagai Muhammad Ali Munawar (52) dan istrinya, Maghfirah (43), serta kedua putra mereka, Alvino Evan Hakim (16) dan Bagas Amar Hakiki (21). Kepergian satu keluarga ini menyisakan kesedihan mendalam, terutama bagi kerabat dan rekan-rekan mereka.
Sosok Mahasiswa UGM di Antara Korban
Di antara para korban, nama Bagas Amar Hakiki menjadi perhatian khusus. Pemuda berusia 21 tahun tersebut merupakan seorang mahasiswa UGM (Universitas Gadjah Mada). Hal ini pun telah dikonfirmasi oleh pihak universitas yang menyatakan rasa kehilangan atas salah satu putra terbaiknya.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Prof. Setiadi, membenarkan bahwa Bagas adalah mahasiswa aktif di program studi Sastra Perancis. “Nggih, betul. Yang bersangkutan adalah mahasiswa kami dari Sastra Perancis,” ungkapnya dengan nada penuh duka saat dikonfirmasi oleh awak media.
Kronologi Penemuan di Lokasi Kamping
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga ini tiba di objek wisata Kledung pada Selasa malam (26/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka datang dengan niat untuk menikmati suasana alam pegunungan dengan berkemah. Namun, kecurigaan muncul ketika hingga Rabu sore tidak ada aktivitas yang terlihat dari area tenda mereka.
Pihak pengelola tempat wisata yang melakukan pengecekan akhirnya menemukan pemandangan tragis di dalam tenda. Keempatnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Petugas kepolisian segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah para korban ke rumah sakit terdekat.
Dugaan Keracunan Makanan
Penyelidikan awal yang dilakukan pihak berwajib mengarah pada dugaan keracunan makanan. Diduga kuat, sumber racun berasal dari bekal makanan yang mereka bawa sendiri dari rumah atau dikonsumsi selama berada di lokasi. Polisi saat ini tengah bergerak cepat untuk memastikan penyebab pasti kematian tersebut.
Beberapa sampel sisa makanan dan minuman yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan untuk diuji di laboratorium forensik. Hingga kini, publik masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap tabir di balik kematian mendadak satu keluarga tersebut di tengah kegiatan kamping Jawa Tengah yang seharusnya menyenangkan.